Juventus – tampil dominan saat menghadapi Sassuolo pada pekan ke-19 Serie A 2025/2026. Pertandingan berlangsung di Mapei Stadium, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB, dan berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Bianconeri.

Juventus membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Tarik Muharemovic. Fabio Miretti menambah gol kedua, disusul Jonathan David yang menutup pesta gol pada babak kedua. Tim tamu mendominasi jalannya pertandingan sejak awal hingga peluit akhir.

Tambahan tiga poin membuat Juventus mengamankan posisi keempat klasemen sementara dengan 36 poin. Sassuolo tetap berada di peringkat ke-10 dengan 23 poin. Kemenangan ini semakin menegaskan ambisi Juventus untuk bersaing di papan atas Serie A musim ini.

Juventus merayakan gol melawan Sassuolo di Serie A 2025/2026

Pemain Juventus, Fabio Miretti (tengah kiri) dan Andrea Cambiaso, merayakan gol bunuh diri pemain Sassuolo, Tarik Muharemovic, dalam pertandingan Serie A di Reggio Emilia, Italia, Rabu (7/1/2026). (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Babak Pertama: Juventus Memimpin Sejak Awal

Sejak peluit kick-off, Juventus langsung menekan pertahanan Sassuolo. Kenan Yildiz hampir membuka skor lewat aksi individu, namun kiper Arijanet Muric berhasil melakukan penyelamatan gemilang.

Tekanan Juventus terus berlanjut. Andrea Cambiaso memperoleh peluang emas di depan gawang, tetapi tendangannya melebar tipis dari sasaran. Juventus akhirnya mencetak gol pada menit ke-16 melalui situasi yang kurang menguntungkan bagi tuan rumah. Tarik Muharemovic salah mengantisipasi umpan silang dan menanduk bola ke gawang sendiri, memberi Juventus keunggulan 1-0.

Setelah mencetak gol, Juventus tetap mengendalikan permainan. Yildiz kembali mengancam pertahanan Sassuolo, sementara Muric melakukan beberapa penyelamatan penting hingga babak pertama selesai. Dominasi Bianconeri membuat Sassuolo kesulitan membangun serangan dan memaksa mereka bermain lebih bertahan.

Babak Kedua: Juventus Memperluas Keunggulan

Juventus melanjutkan tekanan setelah turun minum. Khephren Thuram hampir menggandakan keunggulan, tetapi tembakannya masih berhasil digagalkan Muric. Fabio Miretti menunjukkan ketajamannya dengan beberapa percobaan dari dalam kotak penalti, meski beberapa belum berhasil menghasilkan gol.

Pada menit ke-62, Juventus menambah keunggulan. Miretti memanfaatkan umpan matang Jonathan David dan menempatkan bola dengan akurat ke sisi kiri gawang Sassuolo. Keunggulan 2-0 membuat tim tamu semakin nyaman mengendalikan pertandingan.

Satu menit kemudian, Jonathan David mencetak gol ketiga Juventus. Ia menaklukkan kiper Sassuolo dan menutup kemenangan 3-0. Gol cepat ini memastikan Juventus meraih kemenangan telak, sekaligus menegaskan superioritas mereka sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain dan Strategi Tim

Sassuolo menggunakan formasi 4-3-3. Arijanet Muric menjaga gawang, dibantu Sebastian Walukiewicz, Jay Idzes, Tarik Muharemovic, dan Josh Doig di lini belakang. Lini tengah diisi Ismael Kone, Nemanja Matic, dan Kristian Thorstvedt. Trio Edoardo Iannoni, Andrea Pinamonti, dan Armand Lauriente memimpin serangan tim. Fabio Grosso memimpin strategi tim.

Juventus mengandalkan formasi 3-4-3. Michele Di Gregorio menjaga gawang, sedangkan Pierre Kalulu, Gleison Bremer, dan Teun Koopmeiners menutup lini belakang. Weston McKennie, Khephren Thuram, Manuel Locatelli, dan Andrea Cambiaso mengatur serangan dari lini tengah. Trio penyerang Fabio Miretti, Jonathan David, dan Kenan Yildiz menjadi ujung tombak tim. Luciano Spalletti memimpin jalannya strategi dan rotasi pemain.

Juventus Kuat di Persaingan Serie A

Kemenangan atas Sassuolo menegaskan Juventus tetap menjadi pesaing kuat di Liga Italia musim ini. Tim ini menunjukkan agresivitas tinggi dan penguasaan bola konsisten sepanjang laga. Selain itu, serangan Juventus semakin berbahaya dengan kombinasi pemain muda dan penyerang berpengalaman.

Hasil ini juga menambah tekanan bagi tim lain yang berada di posisi keempat hingga keenam. Sassuolo harus segera memperbaiki performanya agar bisa kembali menembus papan atas klasemen. Juventus membuktikan lini serangnya produktif, sementara pertahanan mereka mampu menahan tekanan lawan.

Dengan konsistensi ini, Juventus memiliki peluang besar menutup paruh musim di posisi papan atas Serie A 2025/2026. Tim ini menunjukkan bahwa kombinasi pengalaman, strategi matang, dan semangat juang tinggi menjadi kunci meraih kemenangan di setiap