Lando Norris – memastikan gelar juara dunia Formula 1 musim 2025. Kepastian itu hadir setelah Norris finis ketiga pada seri terakhir Grand Prix Abu Dhabi. Dengan demikian, musim panjang yang penuh tekanan berakhir manis.
Balapan penutup berlangsung di Yas Marina Circuit. Sejak awal, Norris tampil disiplin. Selain itu, ia menjaga posisi tanpa mengambil risiko besar. Oleh karena itu, target finis tiga besar tetap aman hingga akhir lomba.
Sementara itu, kemenangan balapan diraih Max Verstappen. Namun, hasil tersebut tidak mengubah hasil klasemen. Dengan tambahan 15 poin, Norris mengoleksi 423 poin. Selanjutnya, Verstappen harus puas berada di posisi kedua dengan selisih dua poin. Akhirnya, dominasi empat tahun Verstappen pun terhenti.

Lando Norris merayakan gelar juara dunia pertama miliknya. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Baca artikel detiksport, “Penantian Manis Lando Norris” selengkapnya https://sport.detik.com/f1/d-8248433/penantian-manis-lando-norris.
Dinamika Persaingan Sepanjang Musim
Sepanjang musim 2025, persaingan berjalan ketat. Pada fase awal, Norris belum memimpin. Sebaliknya, rekan setimnya Oscar Piastri menguasai klasemen. Bahkan, pembalap asal Australia itu bertahan di puncak hingga pertengahan musim.
Kemudian, situasi berubah drastis di GP Belanda. Norris gagal menyelesaikan balapan. Akibatnya, jarak poin melebar hingga 34 angka. Pada titik ini, peluang gelar tampak mengecil. Terlebih lagi, hanya sembilan seri tersisa.
Meski begitu, Norris tidak kehilangan fokus. Setelah itu, ia mulai tampil konsisten. Setiap seri menghadirkan poin penting. Selain itu, Norris memanfaatkan strategi tim secara optimal. Dengan demikian, jarak poin perlahan menyusut.
Kebangkitan Norris di Paruh Kedua Musim
Memasuki paruh kedua musim, Norris menunjukkan perubahan signifikan. Pertama, ia memperbaiki performa kualifikasi. Kedua, ia menjaga ritme balapan. Ketiga, ia menghindari kesalahan teknis. Hasilnya, poin terus bertambah.
Pada saat yang sama, performa Piastri mengalami penurunan. Oleh sebab itu, posisi klasemen mulai bergeser. Tekanan berpindah arah. Norris mengambil momentum tersebut dengan efektif.
GP Meksiko Menjadi Titik Balik
Puncak kebangkitan terjadi di GP Meksiko. Pada balapan ini, Norris meraih kemenangan krusial. Dengan kemenangan tersebut, ia merebut puncak klasemen. Sejak saat itu, posisi Norris tidak tergeser.
Walaupun Verstappen bangkit di beberapa seri berikutnya, upaya tersebut datang terlambat. Selain itu, selisih poin yang tipis membuat setiap kesalahan berdampak besar. Oleh karena itu, Norris tetap memimpin hingga balapan terakhir.
Akhir Musim yang Menentukan
Menjelang GP Abu Dhabi, tekanan mencapai puncak. Namun, Norris tampil tenang. Ia menjalankan strategi sesuai rencana. Selain itu, ia menjaga konsentrasi sepanjang balapan. Dengan finis ketiga, Norris mengunci gelar juara dunia.
Keberhasilan ini juga membawa dampak besar bagi McLaren. Tim asal Woking itu mengakhiri penantian selama 17 tahun. Sebelumnya, gelar terakhir datang lewat Lewis Hamilton pada 2008. Kini, McLaren kembali mencatat sejarah.
Konsistensi Menjadi Kunci Kesuksesan
Setelah balapan, Norris menyampaikan pandangannya kepada Sky Sports. Ia menilai musim ini penuh tantangan. Namun, ia menegaskan pentingnya konsistensi. Selain itu, ia memilih fokus pada performa pribadi.
Akhirnya, gelar juara dunia 2025 menegaskan kualitas Norris. Ia menunjukkan mental juara. Ia juga membuktikan ketangguhan menghadapi tekanan. Dengan pencapaian ini, Norris membuka era baru di Formula 1.