AC Milan – mulai melakukan evaluasi serius pada sektor sayap. Langkah ini muncul setelah performa Zachary Athekame belum memenuhi ekspektasi klub. Manajemen berharap sang pemain mampu memberi dampak instan. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hasil berbeda.
Pada awal musim, Milan menargetkan Athekame sebagai tambahan energi baru. Klub berharap ia mampu bersaing secara langsung di tim utama. Sayangnya, kesempatan bermain yang minim membuat kontribusinya tidak terlihat. Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan besar terkait perencanaan skuad.
Lebih jauh lagi, minimnya kepercayaan pelatih menjadi faktor penting. Massimiliano Allegri lebih sering memilih pemain lama. Keputusan tersebut menutup ruang perkembangan bagi rekrutan baru. Akibatnya, Milan gagal memaksimalkan potensi yang mereka miliki di bangku cadangan.

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan instruksi kepada Alexis Saelemaekers saat laga Serie A melawan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)
Beban Berat Alexis Saelemaekers Menjadi Alarm Serius
Situasi di sektor sayap berdampak langsung pada Alexis Saelemaekers. Minimnya rotasi memaksa pemain asal Belgia itu tampil hampir di setiap pertandingan. Beban fisik pun terus meningkat seiring padatnya jadwal.
Sepanjang musim, Saelemaekers mencatatkan lebih dari 1.900 menit bermain. Angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari pelatih. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memicu penurunan performa. Dalam beberapa laga terakhir, kontribusinya terlihat menurun.
Transisi ini menjadi sinyal bahaya bagi Milan. Klub tidak bisa terus mengandalkan satu pemain. Tanpa pelapis yang sepadan, risiko cedera dan kelelahan akan terus mengintai. Oleh karena itu, manajemen mulai memikirkan solusi konkret.
AC Milan Fokus Mencari Pelapis Siap Pakai di Bursa Transfer
Memasuki fase krusial musim, AC Milan membuka peluang belanja di bursa transfer musim dingin. Klub ingin menghadirkan pemain yang siap bersaing. Fokus utama tertuju pada sektor sayap kanan.
Allegri menginginkan pemain yang siap beradaptasi dengan cepat. Ia juga mempertimbangkan pemain muda yang sudah mengenal karakter Serie A. Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pengalaman dan potensi jangka panjang.
Beberapa nama sempat muncul dalam radar klub. Namun Milan menyaring target secara ketat. Klub ingin menghindari investasi berisiko. Harga transfer menjadi faktor penentu dalam setiap negosiasi.
Daftar Nama Kandidat Mengalami Penyusutan
Media Italia menyebutkan beberapa pemain tidak masuk prioritas. Milan menyingkirkan opsi seperti Jesus Fortea, Arnau Martinez, dan Juanlu. Klub menilai ketiganya kurang sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Nama Moris Valincic dari Dinamo Zagreb sempat menarik perhatian. Namun Milan belum menjadikannya pilihan utama. Sementara itu, Brooke Norton-Cuffy dan Marco Palestra juga masuk pertimbangan.
Sayangnya, harga di atas €20 juta menjadi kendala utama. Milan memilih bersikap realistis. Klub tidak ingin mengganggu stabilitas keuangan hanya demi rotasi pemain.
Milan Juga Menyasar Bek Tengah Demi Kedalaman Skuad
Selain sektor sayap, Milan juga memperhatikan lini belakang. Saat ini, klub hanya memiliki empat bek tengah yang benar-benar siap tampil. Kondisi tersebut berisiko menghadapi jadwal padat.
Allegri menginginkan tambahan pemain berpengalaman. Ia berharap kehadiran bek baru mampu menjaga konsistensi pertahanan. Kriteria ini menjadi fokus utama dalam pencarian.
Salah satu nama yang muncul yaitu Joe Gomez dari Liverpool. Milan melihat fleksibilitas Gomez sebagai nilai tambah. Klub berharap bisa menemukan solusi ideal demi menjaga stabilitas permainan.
Kesimpulan: Milan Hadapi Keputusan Penting
AC Milan kini berada di persimpangan penting. Klub harus segera mengambil keputusan strategis. Evaluasi sektor sayap dan pertahanan menjadi prioritas utama.
Jika Milan ingin menjaga peluang bersaing di semua kompetisi, manajemen perlu bertindak cepat. Bursa transfer musim dingin menjadi momentum krusial. Dengan langkah tepat, Rossoneri bisa kembali menjaga keseimbangan tim dan konsistensi performa.