Kalender Bali – memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali karena kalender ini membantu menentukan waktu terbaik untuk menjalankan berbagai aktivitas. Pada Minggu, 4 Januari 2026, kalender Bali menunjukkan hari Redite Umanis Merakih. Hari ini memiliki sejumlah penanda ala ayuning dewasa yang memengaruhi keputusan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai baik dan kurang baiknya hari ini sangat membantu masyarakat dalam menjaga keharmonisan hidup.
Secara umum, hari Redite Umanis Merakih mendukung beberapa aktivitas tertentu, terutama yang berkaitan dengan pengobatan, perjalanan, serta kegiatan spiritual tertentu. Namun demikian, hari ini juga menghadirkan beberapa larangan yang sebaiknya masyarakat perhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

ILUSTRASI KALENDER BALI – Ala Ayuning Dewasa Minggu 4 Januari 2026 Sesuai Kalender Bali, Redite Umanis Merakih
Agni Agung Patra Limutan dan Pengaruhnya
Agni Agung Patra Limutan memberikan makna penting dalam ala ayuning dewasa pada hari ini. Wewaran ini mendukung kegiatan meramu atau membuat obat-obatan karena energi hari ini mendorong proses penyembuhan dan pembersihan. Selain itu, masyarakat juga dapat menghilangkan pengaruh angker atau energi negatif yang mengganggu lingkungan sekitar.
Sebaliknya, Agni Agung Patra Limutan tidak mendukung aktivitas membangun rumah, mengatapi bangunan, berpindah tempat tinggal, maupun memasuki rumah baru. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya menunda kegiatan tersebut dan memilih hari lain yang lebih selaras agar kehidupan rumah tangga berjalan harmonis.
Catur Laba sebagai Penunjuk Keberuntungan
Catur Laba menghadirkan pengaruh positif yang cukup kuat pada Redite Umanis Merakih. Wewaran ini mendukung perjalanan ke arah utara karena arah tersebut membawa energi keberuntungan dan keselamatan. Selain itu, Catur Laba juga mendukung pelaksanaan upacara Manusa Yadnya serta Pitra Yadnya karena hari ini membantu memperkuat ikatan spiritual antara manusia dan leluhur.
Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan hari ini untuk melaksanakan upacara keagamaan yang berkaitan dengan manusia dan roh leluhur. Lebih lanjut, pemilihan waktu yang tepat akan membantu upacara berjalan lancar serta memberikan ketenangan batin bagi keluarga yang melaksanakannya.
Gagak Anungsang Pati dan Larangan Upacara Tertentu
Gagak Anungsang Pati membawa peringatan penting dalam ala ayuning dewasa hari ini. Wewaran ini tidak mendukung pelaksanaan upacara pembakaran jenazah atau atiwa-tiwa. Energi hari ini dapat memicu ketidakseimbangan spiritual apabila masyarakat tetap menjalankan upacara tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya memilih hari lain yang memiliki wewaran lebih selaras untuk prosesi tersebut. Dengan memilih hari yang tepat, keluarga dapat menjaga keharmonisan niskala serta menghormati leluhur secara maksimal.
Kajeng Uwudan dan Aktivitas Pertanian
Kajeng Uwudan memberikan penanda khusus terkait aktivitas pertanian. Pada hari Redite Umanis Merakih, wewaran ini tidak mendukung kegiatan menanam maupun memetik tanaman. Energi alam pada hari ini kurang selaras dengan proses tumbuh kembang tanaman.
Sebagai gantinya, masyarakat dapat memanfaatkan hari ini untuk merawat lahan, membersihkan kebun, atau merencanakan pola tanam ke depan. Dengan strategi tersebut, hasil pertanian tetap optimal meskipun masyarakat menunda aktivitas tanam dan panen.
Kala Mangap dan Pengelolaan Keuangan
Kala Mangap membawa pengaruh kuat dalam aspek ekonomi dan keuangan. Wewaran ini tidak mendukung aktivitas berbelanja karena dapat memicu pemborosan. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya menahan diri dari pengeluaran yang tidak perlu dan fokus pada perencanaan keuangan.
Selain itu, Kala Mangap mengajarkan pentingnya pengendalian diri dalam mengelola harta. Dengan sikap bijak, masyarakat dapat menjaga stabilitas ekonomi keluarga serta menghindari penyesalan di kemudian hari.
Kala Mretyu dan Kegiatan Spiritual
Kala Mretyu memiliki makna yang cukup kompleks. Wewaran ini mendukung pembuatan senjata, perjuangan membela kebenaran, serta pemberian nasihat kepada orang lain. Energi hari ini mendorong keberanian, ketegasan, dan kejujuran dalam bertindak.
Namun demikian, Kala Mretyu tidak mendukung hubungan suami istri maupun pelaksanaan yadnya secara umum. Oleh karena itu, masyarakat perlu memilah aktivitas dengan bijak agar tidak bertentangan dengan tuntunan ala ayuning dewasa.
Kesimpulan Ala Ayuning Dewasa Minggu 4 Januari 2026
Secara keseluruhan, Redite Umanis Merakih pada Minggu, 4 Januari 2026 menghadirkan kombinasi energi yang perlu masyarakat sikapi dengan cermat. Hari ini mendukung kegiatan pengobatan, perjalanan ke arah utara, serta pemberian nasihat yang membangun. Sebaliknya, hari ini tidak mendukung pembangunan rumah, upacara tertentu, aktivitas pertanian, dan kegiatan konsumtif.
Dengan memahami ala ayuning dewasa secara menyeluruh, masyarakat Hindu Bali dapat menentukan langkah yang tepat, menjaga keseimbangan sekala dan niskala, serta menjalani kehidupan yang lebih harmonis dan penuh kesadaran.