Swiss Open 2026 – Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, belum berhasil meraih gelar juara pada ajang Swiss Open 2026. Pada partai final tunggal putra, Alwi harus mengakui keunggulan pemain Jepang, Yushi Tanaka. Hasil pertandingan tersebut membuat Indonesia menutup turnamen tanpa membawa pulang gelar.
Laga final berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, pada Minggu malam (15/3/2026). Pertandingan ini mempertemukan dua pemain muda yang tampil impresif sepanjang turnamen. Baik Alwi Farhan maupun Yushi Tanaka menunjukkan performa yang cukup konsisten sejak babak awal hingga mencapai partai puncak.
Bagi Indonesia, Alwi menjadi salah satu harapan untuk meraih gelar di turnamen BWF Super 300 tersebut. Namun pada pertandingan final, Tanaka mampu tampil lebih stabil dan akhirnya keluar sebagai pemenang.
Selain itu, hasil ini juga membuat Indonesia tidak berhasil meraih satu pun gelar juara di Swiss Open tahun ini.
Persaingan Ketat Terjadi di Gim Pertama
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal gim pertama. Kedua pemain saling melancarkan serangan cepat dan berusaha mengontrol jalannya permainan melalui rally panjang.
Alwi Farhan mencoba memainkan variasi pukulan untuk mengatur tempo pertandingan. Di sisi lain, Yushi Tanaka memanfaatkan kecepatan serta akurasi serangan untuk menekan lawannya.
Pada fase awal pertandingan, skor berjalan sangat ketat hingga mencapai angka 10-10. Setelah itu, Tanaka berhasil memperoleh satu poin tambahan sehingga memimpin 11-10 saat interval gim pertama.
Namun demikian, Alwi tidak kehilangan momentum. Ia mampu membalikkan keadaan dan unggul 14-12 setelah memanfaatkan beberapa kesalahan yang dilakukan Tanaka.
Meski begitu, Tanaka kembali mengejar dan menyamakan skor menjadi 15-15. Persaingan pun terus berlangsung ketat hingga kedua pemain mencapai skor imbang 18-18.
Pada situasi krusial tersebut, Tanaka berhasil tampil lebih tenang. Ia mencetak dua poin penting yang membuatnya mencapai game point dengan skor 20-18.
Alwi berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi sebuah pukulan smash yang melebar keluar lapangan membuat Tanaka mengamankan gim pertama dengan skor 21-18.

Hasil Swiss Open 2026.
Tanaka Menguasai Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Yushi Tanaka langsung meningkatkan intensitas permainannya. Ia tampil agresif dan berhasil mencetak beberapa poin berturut-turut.
Pada awal gim kedua, Tanaka bahkan mampu meraih enam poin beruntun sehingga unggul jauh atas Alwi. Keunggulan tersebut membuat Tanaka memimpin dengan skor 9-3.
Alwi mencoba mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan tempo permainan dan melancarkan beberapa serangan cepat. Meski demikian, Tanaka tetap mampu menjaga ritme permainan dengan cukup konsisten.
Saat interval gim kedua, Tanaka masih memimpin dengan selisih poin yang cukup jauh. Setelah jeda pertandingan, ia terus mempertahankan keunggulannya.
Beberapa kesalahan yang terjadi di sisi Alwi juga dimanfaatkan Tanaka untuk menambah poin. Pada akhirnya, pemain Jepang tersebut menutup pertandingan dengan kemenangan 21-12 di gim kedua.
Indonesia Tanpa Gelar di Swiss Open 2026
Kekalahan Alwi Farhan di final tunggal putra membuat Indonesia gagal meraih gelar di Swiss Open 2026. Sebelumnya, Indonesia juga memiliki wakil di partai final tunggal putri.
Pebulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani berhasil mencapai babak final setelah melewati sejumlah pertandingan yang cukup ketat. Namun pada laga penentuan, ia harus mengakui keunggulan pemain Thailand, Supanida Katethong.
Supanida berhasil memenangkan pertandingan tersebut dalam dua gim langsung. Dengan hasil tersebut, Indonesia menutup keikutsertaan di Swiss Open tanpa gelar juara.
Menjadi Evaluasi untuk Turnamen Mendatang
Meski belum berhasil meraih gelar, pencapaian dua wakil Indonesia yang berhasil mencapai final tetap memberikan pengalaman penting bagi perkembangan para pemain.
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan pemain-pemain top di turnamen internasional. Pengalaman bertanding hingga partai final dapat menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Ke depan, para pemain Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi. Persiapan yang lebih matang serta peningkatan konsistensi permainan menjadi kunci untuk meraih hasil yang lebih baik.
Swiss Open sendiri merupakan salah satu turnamen penting dalam kalender kompetisi BWF. Banyak pemain dunia memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang mengukur kemampuan sekaligus persiapan menuju kejuaraan internasional lainnya.
Dengan latihan yang terus berkelanjutan dan evaluasi dari hasil pertandingan, para atlet Indonesia diharapkan dapat kembali tampil kompetitif dan meraih prestasi pada turnamen-turnamen berikutnya.