Liga Champions – como 1907 mengamankan kemenangan penting dengan skor 3-1 atas Lecce pada pekan ke-27 Serie A musim 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu (28/2) malam WIB tersebut mempertegas posisi Como sebagai salah satu kontestan serius dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan.
Tambahan tiga poin membuat Como tetap berada dalam jalur persaingan papan atas. Tim asuhan Cesc Fabregas menunjukkan konsistensi performa yang semakin matang seiring berjalannya musim. Dengan hasil ini, Como memperkuat fondasi ambisi mereka untuk menembus empat besar klasemen akhir.
Dominasi Taktis dan Efektivitas Serangan Como
Sejak menit awal, Como mengendalikan tempo pertandingan melalui penguasaan bola yang terorganisasi. Para pemain memanfaatkan kombinasi umpan pendek serta pergerakan dinamis di sisi lapangan untuk menekan pertahanan Lecce. Pendekatan ini langsung menghasilkan peluang berbahaya dan membuka ruang bagi gol pembuka.
Lecce berusaha merespons dengan skema serangan balik cepat. Namun, lini pertahanan Como menjaga kedisiplinan posisi dan meminimalkan celah di area pertahanan. Koordinasi antarlini membuat tim tuan rumah mampu mempertahankan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Salah satu gol krusial dicetak oleh Jesus Rodriguez. Winger asal Spanyol tersebut memanfaatkan ruang di sisi pertahanan lawan dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Kontribusinya kembali menegaskan peran vitalnya dalam sistem permainan Como musim ini.

Pemain Como Jesus Rodriguez menggiring bola melewati pemain Atalanta. Foto: Daniele Mascolo/REUTERS
Posisi Klasemen dan Persaingan Zona Empat Besar
Kemenangan atas Lecce membawa Como mengoleksi 48 poin dari 27 pertandingan dan menempatkan mereka di peringkat kelima klasemen sementara. Selisih poin yang tipis dengan AS Roma di atasnya membuat peluang menembus zona Liga Champions tetap terbuka lebar. Di sisi lain, tekanan juga datang dari Juventus yang terus membayangi di bawah.
Situasi klasemen yang kompetitif memaksa Como menjaga konsistensi hingga akhir musim. Setiap pertandingan memiliki nilai strategis karena perbedaan poin antar tim papan atas sangat minimal. Dengan jadwal yang semakin padat, manajemen stamina dan fokus mental menjadi faktor penentu.
Fokus Berganda: Serie A dan Coppa Italia
Selain bersaing di liga domestik, Como juga melaju hingga babak semifinal Coppa Italia. Pada leg pertama semifinal, mereka akan menghadapi Inter Milan di Giuseppe Sinigaglia. Pertandingan tersebut menjadi ujian penting untuk mengukur kedalaman skuad dan kesiapan taktis tim.
Gelandang Maximo Perrone menegaskan bahwa tim harus tetap fokus pada satu laga demi satu laga. Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi agar tidak terpengaruh oleh euforia kemenangan. Pendekatan pragmatis ini menunjukkan kedewasaan tim dalam mengelola tekanan kompetisi ganda.
Fabregas menghadapi tantangan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran skuad. Ia perlu menyeimbangkan kebutuhan meraih poin di Serie A dan mempertahankan peluang juara di Coppa Italia. Strategi tersebut akan menentukan keberhasilan Como dalam dua kompetisi sekaligus.
Transformasi Como dan Prospek Musim 2025/2026
Musim ini menandai transformasi signifikan bagi Como. Tim menunjukkan perkembangan dalam aspek taktik, organisasi pertahanan, serta efektivitas lini depan. Kombinasi pemain muda dan senior menghadirkan keseimbangan yang memperkuat struktur permainan.
Jika mampu mempertahankan performa kandang yang solid dan memaksimalkan peluang di laga tandang, Como memiliki peluang nyata untuk finis di empat besar. Namun, mereka tetap harus menghadapi tekanan dari klub-klub besar dengan pengalaman kompetisi Eropa yang lebih matang.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-1 atas Lecce mempertegas ambisi Como dalam mengejar tiket Liga Champions. Dengan manajemen taktik yang disiplin, kedalaman skuad yang kompetitif, dan motivasi tinggi, Como 1907 berpeluang mencatat sejarah baru dalam perjalanan mereka di sepak bola Italia musim 2025/2026.