Guardiola – Menjelang final Piala Liga Inggris musim 2025/2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada pertandingan antara Arsenal dan Manchester City, tetapi juga pada hubungan antara dua pelatih mereka, Mikel Arteta dan Pep Guardiola. Laga yang akan berlangsung di Stadion Wembley ini menjadi momen penting bagi kedua tim dalam upaya meraih trofi bergengsi.
Mikel Arteta secara terbuka menyampaikan bahwa hubungannya dengan Pep Guardiola telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya mereka memiliki kedekatan yang kuat, kini situasi tersebut tidak lagi sama. Arteta menjelaskan bahwa kesibukan masing-masing sebagai pelatih di klub berbeda membuat interaksi mereka menjadi sangat terbatas.
Perubahan Hubungan Seiring Perjalanan Karier
Arteta menegaskan bahwa jarak geografis dan tanggung jawab profesional menjadi faktor utama yang memengaruhi hubungan mereka. Saat ini, Guardiola menangani Manchester City di Manchester, sementara Arteta memimpin Arsenal di London. Kondisi tersebut membuat mereka jarang memiliki waktu untuk bertemu secara langsung.
Selain itu, Arteta mengakui bahwa hubungan pertemanan mereka tidak lagi seintens sebelumnya. Ia menyebut bahwa keduanya hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama di luar urusan profesional. Hal ini menjadi konsekuensi dari tuntutan pekerjaan sebagai pelatih di level tertinggi.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta dan pelatih Manchester City Pep Guardiola terlihat saat pertandingan antara Manchester City melawan Arsenal dalam Liga Premier di Etihad Stadium, Manchester, Britain, Sabtu (28/8/2021).
Kenangan Kerja Sama di Manchester City
Meskipun hubungan mereka mengalami perubahan, Arteta tetap menghargai masa lalu yang pernah mereka jalani bersama. Ia pernah bekerja sebagai asisten Guardiola di Manchester City selama beberapa tahun sejak 2016. Pada periode tersebut, keduanya berhasil meraih berbagai gelar juara, termasuk Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
Pengalaman tersebut memberikan dampak besar terhadap perkembangan karier Arteta sebagai pelatih. Ia banyak belajar dari pendekatan taktik dan filosofi permainan yang di terapkan Guardiola. Oleh karena itu, Arteta menganggap Guardiola sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan profesionalnya.
Guardiola sebagai Sumber Inspirasi
Arteta secara tegas menyatakan bahwa ia tidak pernah melupakan kontribusi Guardiola dalam kariernya. Ia menilai Guardiola sebagai mentor yang memberikan banyak inspirasi dan pengetahuan. Pengaruh tersebut tetap ia rasakan hingga saat ini.
Selain itu, Arteta juga menekankan bahwa rasa hormatnya terhadap Guardiola tidak berubah. Ia tetap menghargai segala pengalaman dan pembelajaran yang ia dapatkan selama bekerja bersama. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan profesional mereka tetap terjaga meskipun kedekatan personal berkurang.
Fokus pada Tim, Bukan Rivalitas Pribadi
Dalam menghadapi final Piala Liga Inggris, Arteta menolak anggapan bahwa pertandingan tersebut merupakan duel pribadi antara dirinya dan Guardiola. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membawa Arsenal meraih kemenangan.
Arteta melihat pertandingan ini sebagai kesempatan untuk membuktikan kualitas timnya. Ia tidak ingin menjadikan hubungan pribadi sebagai faktor utama dalam pertandingan. Bagi dirinya, hasil akhir dan pencapaian tim jauh lebih penting.
Ambisi Arsenal Meraih Trofi
Arsenal datang ke final dengan ambisi besar untuk menambah koleksi gelar mereka. Klub ini telah dua kali menjuarai Piala Liga Inggris dalam sejarahnya, yaitu pada musim 1986/1987 dan 1992/1993. Oleh karena itu, kemenangan di final kali ini akan menjadi pencapaian penting bagi tim.
Di sisi lain, Manchester City memiliki catatan yang lebih dominan di kompetisi ini. Klub tersebut telah mengoleksi beberapa gelar dan terakhir kali meraih trofi pada musim 2020/2021. Hal ini membuat pertandingan final menjadi semakin menarik dan kompetitif.
Kesimpulan
Final Piala Liga Inggris 2025/2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antara dua klub besar, tetapi juga mencerminkan perjalanan karier dua pelatih top. Mikel Arteta dan Pep Guardiola memiliki sejarah kerja sama yang kuat, meskipun hubungan mereka kini tidak seerat dahulu.
Namun demikian, Arteta tetap menunjukkan rasa hormat dan apresiasi terhadap Guardiola. Ia memilih untuk fokus pada tujuan utama, yaitu membawa Arsenal meraih kemenangan. Dengan ambisi tersebut, pertandingan final di Wembley diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh strategi.