ASUS Zenbook S16 – seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan dalam komputasi personal, produsen teknologi global ASUS terus memperkuat posisinya di pasar laptop berbasis AI. Oleh karena itu, pada 6 Februari 2026, ASUS secara resmi mengumumkan perluasan lini Zenbook dan Vivobook terbaru di India. Langkah ini sekaligus menegaskan fokus perusahaan pada pengembangan perangkat komputasi modern yang mengandalkan pemrosesan AI secara lokal.

Selain itu, peluncuran ini mencakup model premium dan mainstream. Seluruh perangkat tersebut menggunakan prosesor AMD Ryzen AI. Pada saat yang sama, ASUS juga mengintegrasikan dukungan Copilot+ PC dari Microsoft. Dengan demikian, pengguna dapat menikmati fitur AI langsung di perangkat tanpa ketergantungan penuh pada cloud.

Strategi ASUS Menjangkau Berbagai Segmen Pengguna

Pada dasarnya, ASUS merancang lini laptop terbaru ini untuk menjangkau segmen pengguna yang lebih luas. Pertama, perusahaan menyasar profesional kreatif yang membutuhkan performa tinggi. Kedua, ASUS juga menargetkan pekerja mobile yang mengutamakan portabilitas. Selain itu, pengguna umum tetap memperoleh opsi perangkat yang mendukung produktivitas harian.

Selanjutnya, ASUS membuka pemesanan awal untuk beberapa model mulai 12 Februari 2026. Konsumen dapat membeli perangkat melalui toko resmi, mitra ritel, serta platform e-commerce. Sementara itu, sebagian varian Vivobook dijadwalkan menyusul pada awal Maret 2026. Dengan strategi ini, ASUS berharap dapat mempercepat penetrasi laptop AI di pasar India.

Asus meluncurkan tiga produk AI PC terbaru untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan

Asus Perluas AI PC, Zenbook S16, Zenbook 14, dan Vivobook Baru

ASUS Zenbook S16 sebagai Model Premium Unggulan

Sebagai model andalan, ASUS memperkenalkan ASUS Zenbook S16. Laptop ini menggunakan prosesor AMD Ryzen AI 9 465. Lebih lanjut, prosesor tersebut di lengkapi unit pemrosesan neural atau NPU khusus untuk kebutuhan AI.

Selain performa CPU, NPU Zenbook S16 mampu mencapai hingga 50 TOPS. Angka ini menjadi tolok ukur penting dalam pemrosesan AI lokal. Di sisi lain, ASUS memadukan performa tersebut dengan layar 16 inci Lumina OLED beresolusi 3K. Tidak hanya itu, layar ini juga mendukung refresh rate 120 Hz untuk visual yang lebih halus.

Lebih jauh lagi, ASUS menyematkan sistem audio Dolby Atmos. Pada saat yang sama, baterai berkapasitas besar memungkinkan penggunaan hingga 23 jam. Oleh sebab itu, Zenbook S16 menjadi pilihan relevan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Zenbook 14 untuk Mobilitas Tinggi

Selain Zenbook S16, ASUS juga menghadirkan ASUS Zenbook 14. Model ini secara khusus menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat ringan. Oleh karena itu, ASUS membekali laptop ini dengan prosesor AMD Ryzen AI 5 430.

Di samping itu, Zenbook 14 memiliki bobot sekitar 1,28 kilogram. Laptop ini menggunakan layar 14 inci FHD+ OLED dengan dukungan HDR. Lebih lanjut, ASUS menambahkan tombol khusus Copilot untuk akses AI yang lebih cepat. Fitur NumberPad 2.0 juga hadir untuk menunjang produktivitas pengguna.

Perluasan Seri Vivobook Berbasis AI

Tidak hanya Zenbook, ASUS juga memperluas seri Vivobook. Dengan langkah ini, ASUS menghadirkan pilihan laptop AI yang lebih terjangkau. Seri tersebut mencakup ASUS Vivobook S16, Vivobook 16, dan Vivobook 15.

Sebagai contoh, Vivobook S16 menggunakan prosesor AMD Ryzen AI seri 400. Sementara itu, Vivobook 16 (M1607GA) mengandalkan AMD Ryzen AI 7 445. Selain performa, model ini juga mengantongi sertifikasi ketahanan MIL-STD 810H. Di seluruh lini Vivobook, ASUS menyematkan memori DDR5 hingga 16 GB serta penyimpanan SSD PCIe 4.0.

Harga dan Penempatan di Pasar

Dari sisi harga, ASUS menyusun struktur yang menyesuaikan segmen pengguna. Zenbook S16 dibanderol mulai sekitar Rs 1,69.990. Selanjutnya, Zenbook 14 dipasarkan mulai Rs 1,15.990. Dengan demikian, pengguna premium memiliki opsi yang jelas.

Di sisi lain, lini Vivobook menawarkan titik masuk yang lebih rendah. Harga model entry-level dimulai dari Rs 62.990. Selain itu, Vivobook S16 diposisikan di kisaran Rs 1,04.990, sementara Vivobook 16 dibanderol mulai Rs 87.990.

Tren AI PC dan Arah Strategi ASUS

Secara global, industri PC kini bergerak menuju adopsi on-device AI. Oleh karena itu, produsen perangkat keras mulai menyesuaikan portofolio produk mereka. Microsoft memperkenalkan Copilot+ PC sebagai standar baru komputasi Windows. Sejalan dengan itu, ASUS mengintegrasikan standar tersebut ke dalam lini laptop terbarunya.

Dengan pendekatan ini, ASUS mengurangi ketergantungan pada komputasi cloud. Selain itu, perangkat menjadi lebih efisien dan responsif. Akibatnya, pengguna dapat memanfaatkan AI untuk produktivitas dan asistensi harian secara optimal.

Secara keseluruhan, perluasan lini Zenbook dan Vivobook di India menegaskan komitmen ASUS terhadap laptop berbasis AI. Melalui variasi produk dari kelas premium hingga mainstream, ASUS menjangkau lebih banyak segmen pengguna. Dengan demikian, perusahaan memposisikan diri sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem AI PC. Ke depan, adopsi laptop AI diperkirakan terus meningkat seiring hadirnya inovasi baru dari AMD dan Microsoft.