Xiaomi – Pada awal tahun 2026, Xiaomi menaikkan harga sejumlah smartphone yang beredar di pasar Indonesia. Kebijakan ini mencakup berbagai segmen produk, mulai dari ponsel kelas atas hingga perangkat entry-level. Salah satu model yang paling mencuri perhatian publik adalah Xiaomi 15T Pro. Xiaomi kini memasarkan perangkat tersebut dengan harga Rp 10,5 juta. Harga ini naik Rp 500.000 dibandingkan saat peluncuran awal.
Selain Xiaomi 15T Pro, Xiaomi juga menaikkan harga beberapa model lain. Konsumen mulai mempertanyakan penyebab kenaikan ini. Dalam kondisi persaingan industri yang semakin ketat, perubahan harga sering memengaruhi minat beli masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan ini menjadi topik penting dalam industri teknologi nasional.

Dari kiri ke kanan: Xiaomi 15T Pro dan Xiaomi 15T resmi meluncur di Indonesia, dalam acara peluncuran yang digelar di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (30/9/2025)
Alasan Xiaomi Indonesia Melakukan Kenaikan Harga
Xiaomi Indonesia menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut. Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menyatakan bahwa perusahaan mempertimbangkan banyak faktor sebelum menaikkan harga. Fluktuasi nilai tukar mata uang memengaruhi biaya produksi dan distribusi produk.
Selain itu, kebijakan pajak dan regulasi pemerintah turut memberikan tekanan pada struktur biaya. Xiaomi juga menghadapi peningkatan biaya logistik dan distribusi di berbagai wilayah. Setiap pasar memiliki kondisi operasional yang berbeda, sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi harga secara berkala.
Wentao Zhao menilai langkah ini sebagai respons terhadap perubahan pasar global. Menurutnya, perusahaan perlu menyesuaikan harga agar tetap sejalan dengan kondisi ekonomi dan industri teknologi yang terus bergerak dinamis.
Strategi Harga dan Komitmen Xiaomi terhadap Konsumen
Dalam menjalankan bisnisnya, Xiaomi tetap menjaga prinsip harga yang adil. Perusahaan berupaya memberikan nilai terbaik kepada konsumen melalui produk yang kompetitif. Xiaomi menyusun strategi harga dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar lokal dan preferensi pengguna.
Selain itu, Xiaomi menganalisis tingkat persaingan sebelum menetapkan harga akhir. Perusahaan ingin menjaga keseimbangan antara kualitas, performa, dan keterjangkauan. Strategi ini membantu Xiaomi mempertahankan posisinya di pasar smartphone Indonesia.
Wentao Zhao juga menegaskan komitmen Xiaomi terhadap inovasi. Perusahaan terus mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan kualitas perangkat dan pengalaman pengguna. Hingga saat ini, Xiaomi belum memberikan informasi terkait kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat.
Pengaruh Kebijakan Global Xiaomi terhadap Harga Lokal
Kebijakan harga di Indonesia selaras dengan arah strategi global Xiaomi. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, sebelumnya menyampaikan rencana kenaikan harga smartphone untuk tahun 2026. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers internasional.
Lu Weibing memprediksi peningkatan tekanan biaya produksi. Ia menyoroti kenaikan harga chip memori sebagai faktor utama. Permintaan chip memori meningkat tajam akibat kebutuhan server kecerdasan buatan. Banyak perusahaan teknologi membangun pusat data untuk mendukung pengembangan AI.
Lonjakan permintaan ini menekan rantai pasok global. Produsen smartphone harus menyesuaikan strategi bisnis agar tetap berkelanjutan. Xiaomi memilih menyesuaikan harga sebagai salah satu langkah untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan.
Rincian Kenaikan Harga di Berbagai Lini Xiaomi
Berdasarkan pantauan di situs resmi Xiaomi Indonesia, perusahaan menerapkan kenaikan harga dengan nominal yang beragam. Kenaikan tersebut berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Seri Xiaomi 15T mencatat kenaikan tertinggi.
Xiaomi menjual Xiaomi 15T varian 12/256 GB dengan harga Rp 7,5 juta. Sebelumnya, perusahaan memasarkan model ini dengan harga Rp 7 juta. Xiaomi juga menaikkan harga Xiaomi 15T Pro sebesar Rp 500.000 dari harga awal Rp 10 juta.
Pada lini Redmi, Xiaomi menaikkan harga beberapa model entry-level. Redmi 15C varian 6/128 GB kini dijual seharga Rp 1,75 juta. Sebelumnya, Xiaomi menetapkan harga Rp 1,6 juta untuk model tersebut. Redmi A5 varian 4/128 GB juga naik menjadi Rp 1,4 juta.
Dari lini Poco, Xiaomi memasarkan Poco C85 varian 6/128 GB dengan harga Rp 1,65 juta. Harga ini naik Rp 100.000 dibandingkan harga awal peluncuran.
Dampak Kenaikan Harga terhadap Pasar Smartphone Indonesia
Kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi daya beli konsumen. Konsumen pada segmen menengah dan bawah biasanya sangat sensitif terhadap perubahan harga. Namun, Xiaomi masih mempertahankan daya tariknya di pasar nasional.
Banyak konsumen tetap memilih Xiaomi karena perusahaan menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang relatif kompetitif. Strategi nilai guna yang konsisten membantu Xiaomi menjaga loyalitas pengguna. Ke depan, kondisi ekonomi global, perkembangan teknologi, dan persaingan industri akan terus memengaruhi harga smartphone di Indonesia.