Wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi  – menjadi kabar duka bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Almarhum di kenal sebagai salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor yang memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai pesantren modern. Kepergian beliau pada awal Januari 2026 menandai berakhirnya satu fase kepemimpinan yang sarat dengan pengabdian.

Sepanjang perjalanan hidupnya, KH Amal Fathullah Zarkasyi menempatkan pendidikan sebagai jalan utama pengabdian. Beliau tidak hanya menjalankan fungsi kepemimpinan struktural, tetapi juga berperan sebagai pendidik dan pembina karakter. Oleh karena itu, wafatnya beliau di rasakan secara luas oleh santri, tenaga pendidik, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kiprahnya.

Informasi resmi mengenai wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi disampaikan oleh Sekretariat Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Penyampaian informasi tersebut di lakukan secara terstruktur agar seluruh pihak memperoleh kejelasan terkait rangkaian prosesi yang akan di laksanakan.

Kabar Duka dari Gontor: Wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi

KH Amal Fathullah Zarkasyi. (Tangkapan Layar)

Pengelolaan Awal Prosesi Pemulasaraan Jenazah

Setelah wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi, pihak pesantren segera melakukan koordinasi internal. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh prosesi pemulasaraan jenazah berjalan sesuai nilai keagamaan dan tradisi pesantren. Selain itu, pengaturan waktu di lakukan agar kegiatan dapat di ikuti oleh berbagai unsur civitas pesantren.

Tahapan awal prosesi di mulai dengan pemberangkatan jenazah menuju Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan. Keberangkatan ini dilakukan pada siang hari. Selanjutnya, salat jenazah pertama dilaksanakan di Masjid Baitul Fauziyah yang berada di lingkungan kampus tersebut.

Pelaksanaan salat jenazah berlangsung dengan suasana tenang dan penuh kekhusyukan. Para santri, pengajar, serta masyarakat sekitar hadir untuk mendoakan almarhum. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan awal atas jasa dan keteladanan yang telah di berikan oleh KH Amal Fathullah Zarkasyi.

Pelaksanaan Salat Jenazah di Lingkungan Pendidikan Tinggi Pesantren

Setelah prosesi di Kampus Mantingan selesai, jenazah di bawa menuju kawasan pendidikan tinggi pesantren, yakni Universitas Darussalam Gontor Kampus Siman. Pemilihan lokasi ini tidak terlepas dari kontribusi almarhum dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren.

Di Kampus Siman, salat jenazah kembali di laksanakan di Masjid Jami’ Universitas Darussalam Gontor pada malam hari. Prosesi ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta civitas akademika. Kehadiran mereka mencerminkan rasa hormat atas dedikasi almarhum dalam membangun sistem pendidikan yang terpadu.

Selain berfungsi sebagai ritual keagamaan, prosesi salat jenazah di lingkungan kampus juga memiliki makna simbolik. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi atas peran KH Amal Fathullah Zarkasyi dalam menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan pengembangan akademik modern.

Tahap Penyemayaman dan Persiapan Pemakaman

Usai pelaksanaan salat jenazah di Kampus Siman, jenazah di bawa kembali ke kawasan Gontor. Jenazah kemudian di semayamkan sementara di area depan Gedung Gambia. Penyemayaman ini memberi ruang bagi keluarga besar pesantren untuk menyampaikan doa dan penghormatan terakhir.

Selanjutnya, pada malam hari, jenazah di pindahkan ke Rumah Keprabon yang juga berfungsi sebagai Kantor Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Pemindahan di lakukan secara tertib dan penuh penghormatan. Lokasi ini memiliki nilai historis dalam struktur kepemimpinan pesantren.

Pemakaman KH Amal Fathullah Zarkasyi di rencanakan di laksanakan keesokan harinya. Lokasi pemakaman berada di kompleks pemakaman keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor. Prosesi pemakaman di rancang berlangsung sederhana, namun tetap khidmat.

Makna Kehilangan bagi Dunia Pesantren

Wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi merupakan kehilangan besar bagi dunia pesantren modern. Almarhum di kenal sebagai sosok yang menekankan nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam pendidikan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap peran yang beliau jalani.

Lebih lanjut, warisan pemikiran dan keteladanan KH Amal Fathullah Zarkasyi menjadi amanah bagi generasi penerus. Oleh karena itu, peristiwa ini tidak hanya menjadi duka, tetapi juga momentum untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan dalam pendidikan Islam.