Lima Jasad Pendaki Nepal akhirnya ditemukan setelah tim pencari melakukan pencarian panjang sejak para korban hilang akibat longsoran salju pada November 2025. Tim penyelamat menemukan para korban di kawasan sekitar Puncak Yalung Ri, wilayah pegunungan yang berada dekat perbatasan Nepal dan Tibet.

Pejabat pemerintah daerah mengonfirmasi penemuan tersebut pada Jumat, 8 Agustus 2026. Kelima korban terdiri atas tiga pendaki asing dan dua warga Nepal. Mereka sebelumnya melakukan aktivitas pendakian di lereng bawah Yalung Ri yang memiliki ketinggian sekitar 5.630 meter di atas permukaan laut.

Ketua Kotamadya Pedesaan Gaurishankar, Biswash Karki, menjelaskan bahwa tim akhirnya menemukan kelima korban setelah berbulan-bulan melakukan pencarian. Menurut Karki, tiga korban asing berasal dari beberapa negara. Mereka terdiri atas seorang berkewarganegaraan Italia-Kanada, seorang warga Jerman, serta seorang warga Italia.

Salju Tebal Menghambat Pencarian Berbulan-bulan

Tim gabungan sebenarnya sudah memulai operasi pencarian sejak para pendaki menghilang pada November 2025. Pemerintah mengerahkan tentara dan polisi untuk membantu proses tersebut. Selain itu, tim penyelamat serta masyarakat lokal ikut menyisir kawasan yang diduga menjadi lokasi terakhir para korban.

Namun, kondisi alam membuat pencarian berlangsung sangat sulit. Longsoran membawa material salju dalam jumlah besar dan menutupi kawasan tempat para pendaki berada. Akibatnya, tim tidak dapat mengetahui posisi mereka secara pasti selama berbulan-bulan.

Lapisan salju yang sangat tebal juga menutupi jasad para korban. Kondisi tersebut membuat operasi pencarian tidak membuahkan hasil meskipun berbagai unsur penyelamat telah turun ke lapangan.

Situasi mulai berubah setelah kondisi salju memungkinkan tim melakukan pencarian lebih jauh. Pada Rabu, 6 Agustus 2026, warga lokal bersama petugas penyelamat akhirnya menemukan lokasi kelima korban.

Penemuan itu sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang berlangsung sejak akhir 2025. Meski demikian, tim masih menghadapi tantangan lain karena mereka harus membawa seluruh jasad keluar dari kawasan pegunungan.

Lima Jasad Pendaki Nepal

Ilustrasi 5 pendaki yang hilang dan tertimbun salju di Nepal.

Cuaca Buruk Menghambat Evakuasi Pendaki

Setelah menemukan lima jasad pendaki Nepal dan pendaki asing tersebut, petugas langsung mempersiapkan operasi evakuasi. Namun, cuaca buruk di sekitar Yalung Ri kembali menghambat proses penyelamatan.

Perwira polisi senior setempat, Manoj Kumar Lama, mengatakan pihak berwenang mengirim helikopter menuju kawasan tersebut pada Kamis, 7 Agustus 2026. Helikopter itu membawa tim yang bertugas mencapai lokasi korban dan memulai proses pemindahan jasad.

Akan tetapi, kondisi atmosfer di kawasan pegunungan membuat helikopter kesulitan mencapai titik penemuan. Cuaca yang tidak mendukung memaksa tim menunggu situasi menjadi lebih aman.

Petugas akan kembali melanjutkan operasi udara setelah kondisi cuaca membaik. Tim kemudian akan mengangkut kelima jasad dari lokasi penemuan menuju tempat yang memungkinkan proses penanganan selanjutnya.

Keputusan menunggu kondisi yang lebih aman menjadi langkah penting karena kawasan Himalaya memiliki perubahan cuaca yang cepat. Tim penyelamat juga harus memperhitungkan keselamatan personel selama operasi berlangsung.

Yalung Ri Berada di Kawasan Pegunungan Berisiko Tinggi

Puncak Yalung Ri memiliki ketinggian sekitar 5.630 meter dan menjadi bagian dari kawasan pegunungan Nepal. Lokasinya yang berada dekat perbatasan Tibet membuat daerah tersebut memiliki karakter medan khas Himalaya.

Nepal sendiri menjadi salah satu tujuan utama bagi pendaki gunung dari berbagai negara. Negara tersebut memiliki delapan dari sepuluh gunung tertinggi di dunia. Gunung Everest yang menjadi puncak tertinggi di dunia juga berada di kawasan Himalaya Nepal.

Kondisi geografis tersebut menarik ratusan pendaki dan penjelajah setiap tahun. Mereka datang untuk mencoba berbagai rute, mulai dari jalur pendakian populer hingga ekspedisi dengan tingkat kesulitan tinggi.

Namun, medan Himalaya juga membawa risiko besar. Pendaki harus menghadapi suhu ekstrem, perubahan cuaca, keterbatasan oksigen, medan terjal, hingga ancaman longsoran salju.

Longsoran Salju Menjadi Ancaman Serius bagi Pendaki

Catatan Himalayan Database menunjukkan tingginya risiko ekspedisi gunung di Nepal. Basis data yang mendokumentasikan perjalanan pendakian di kawasan Himalaya tersebut mencatat lebih dari 1.000 kematian di gunung-gunung Nepal sejak 1950.

Longsoran salju menyumbang hampir sepertiga dari keseluruhan angka kematian tersebut. Data itu menunjukkan bahwa avalanche menjadi salah satu ancaman paling serius bagi pendaki di kawasan pegunungan Nepal.

Longsoran dapat bergerak cepat dan membawa salju dalam volume sangat besar. Situasi semacam itu juga dapat menutup lokasi korban dalam waktu singkat sehingga menyulitkan operasi pencarian.

Kasus di Yalung Ri memperlihatkan besarnya tantangan tersebut. Tim pencari membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya menemukan kelima korban karena salju tebal menutup lokasi mereka sejak November 2025.

Kini, pihak berwenang memusatkan perhatian pada proses evakuasi. Tim penyelamat akan membawa lima jasad tersebut keluar dari kawasan Yalung Ri setelah cuaca memberikan kondisi yang aman untuk operasi helikopter.