Longsor di Bandung – pemerintah pusat bergerak cepat merespons bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan puluhan warga masih dalam pencarian. Presiden Prabowo Subianto langsung memberikan arahan agar seluruh jajaran terkait memprioritaskan penyelamatan warga dan penanganan pascabencana.
Arahan Presiden disampaikan melalui Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, yang datang langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (24/1). Kehadiran pemerintah pusat bertujuan memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Presiden Tekankan Percepatan Pencarian Korban
Dalam kunjungannya ke posko pengungsian, Bima Arya menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh tim mempercepat operasi pencarian terhadap warga yang masih hilang. Pemerintah mendorong tim penyelamat untuk bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera menangani dampak pascabencana. Pemerintah menempatkan kebutuhan warga terdampak sebagai prioritas utama, mulai dari pemenuhan logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial.

Warga mengamati kondisi rumah yang rusak tertimbun tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Koordinasi Lintas Lembaga Jadi Fokus Utama
Pemerintah menilai koordinasi lintas lembaga sebagai kunci keberhasilan penanganan bencana. Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tim SAR, dan relawan. Dengan koordinasi yang solid, proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih efektif.
Bima Arya juga mengingatkan seluruh pihak untuk terus memantau perkembangan cuaca. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu longsor susulan. Karena itu, tim di lapangan perlu menyesuaikan strategi operasi agar tetap aman dan responsif terhadap perubahan kondisi alam.
Data Korban Longsor Bandung Barat
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, bencana longsor ini menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat. Hingga laporan terakhir, tim mencatat sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yang terjadi setelah hujan deras.
Delapan korban berasal dari Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sementara itu, dua korban lainnya berasal dari Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain korban jiwa, puluhan warga lainnya masih belum ditemukan dan terus menjadi fokus pencarian.
Pemerintah Beri Atensi pada Warga Terdampak
Pemerintah tidak hanya memusatkan perhatian pada pencarian korban, tetapi juga pada kondisi warga terdampak. Tim di lapangan memastikan posko pengungsian berfungsi optimal sebagai tempat perlindungan sementara. Pemerintah menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan layanan kesehatan.
Selain itu, pemerintah mulai melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum. Langkah ini bertujuan mempersiapkan tahap pemulihan, termasuk kemungkinan relokasi warga jika wilayah terdampak di nilai tidak lagi aman untuk dihuni.
Waspada Cuaca dan Mitigasi Risiko Bencana
Cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam penanganan longsor di Bandung Barat. Curah hujan yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya longsor lanjutan. Oleh sebab itu, pemerintah meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau kondisi tanah di sekitar lokasi bencana.
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat langkah mitigasi risiko. Upaya tersebut mencakup edukasi kebencanaan kepada masyarakat, peningkatan sistem peringatan dini, serta penataan wilayah rawan bencana. Dengan langkah mitigasi yang tepat, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko korban di masa depan.
Respons Cepat sebagai Bentuk Tanggung Jawab Negara
Respons cepat pemerintah dalam menghadapi bencana ini mencerminkan komitmen negara untuk melindungi warganya. Kehadiran pejabat pusat di lokasi bencana membantu mempercepat pengambilan keputusan dan penyaluran bantuan. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam menghadapi situasi darurat. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga selalu menjadi prioritas tertinggi dalam setiap langkah penanganan bencana.
Penutup
Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, mendorong pemerintah untuk bertindak cepat dan terkoordinasi. Arahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan fokus pada percepatan pencarian korban, penanganan pascabencana, serta perlindungan warga terdampak. Dengan kerja sama lintas lembaga dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, pemerintah berupaya meminimalkan dampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat.