Pendaki Gunung Rinjani wajib Sembeq Buraq menjadi kebijakan baru yang sedang disiapkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Melalui aturan ini, pengelola ingin mengenalkan budaya masyarakat Sasak kepada setiap calon pendaki. Langkah tersebut juga bertujuan menjaga kelestarian alam dan menghormati adat yang telah lama hidup di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menjelaskan bahwa kekayaan alam dan budaya Rinjani saling melengkapi. Karena itu, TNGR terus mengembangkan keduanya secara terpadu. Upaya tersebut diharapkan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal dan sektor pariwisata.
Saat ini, TNGR masih membahas mekanisme penerapan aturan tersebut. Pengelola belum menetapkan tanggal pelaksanaannya. Namun, mereka akan terus memperbarui informasi setelah proses pembahasan selesai.
Sembeq Buraq Menjadi Ikrar Moral Pendaki
Sembeq Buraq merupakan tradisi masyarakat Suku Sasak yang berasal dari Pulau Lombok. TNGR akan menjadikan tradisi ini sebagai ikrar moral sebelum pendaki memasuki kawasan Gunung Rinjani.
Sebelum memulai perjalanan, petugas akan menjelaskan berbagai aturan adat kepada setiap pendaki. Mereka juga akan menerangkan pantangan yang harus di patuhi selama berada di jalur pendakian.
Melalui ritual tersebut, pendaki tidak hanya mengenal budaya lokal. Mereka juga belajar menghormati lingkungan dan menjaga perilaku selama berada di kawasan konservasi. Dengan demikian, setiap pendaki memiliki tanggung jawab untuk melindungi alam Rinjani.

Plawangan Sembalun Gunung Rinjani (30/8/2023). Calon pendaki Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bakal diwajibkan mengikuti ritual Sembeq Buraq. Apa itu?
Budaya Lokal Dukung Konservasi Gunung Rinjani
TNGR tidak hanya mengandalkan aturan konservasi. Pengelola juga memanfaatkan nilai budaya sebagai bagian dari upaya pelestarian kawasan.
Pendekatan tersebut di harapkan mampu meningkatkan kesadaran wisatawan. Selain itu, tradisi Sembeq Buraq dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Sasak. Wisatawan pun memperoleh pengalaman yang lebih bermakna saat mendaki Gunung Rinjani.
Keberadaan ritual ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata budaya di Lombok. Wisatawan dapat mengenal tradisi lokal secara langsung sebelum memulai pendakian.
Pendaki Pemula Harus Menggunakan Pendamping
Selain memperkenalkan Sembeq Buraq, TNGR kembali mengingatkan aturan pendampingan bagi para pendaki. Ketentuan tersebut sudah berlaku sejak Agustus 2025 melalui Standar Operasional Prosedur (SOP).
TNGR mewajibkan pendaki pemula mendaki bersama orang yang berpengalaman atau menggunakan jasa pemandu gunung lokal. Pendamping akan membantu membaca kondisi jalur, memberikan arahan, dan meningkatkan keselamatan selama perjalanan.
Melalui kebijakan ini, TNGR ingin menciptakan pendakian yang lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab. Pengelola juga berharap setiap pendaki ikut menjaga kebersihan, menghormati adat masyarakat Sasak, serta melestarikan ekosistem Gunung Rinjani untuk generasi mendatang.