Warga Pekon Jagaraga – kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, menemukan jasad seorang pemuda berinisial RA (25) pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban tergeletak di area kebun kopi dengan luka parah di bagian leher. Temuan tersebut langsung mengejutkan warga dan memicu laporan cepat kepada aparat kepolisian.

Lokasi kejadian berada di kawasan perkebunan yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Karena itu, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekitar. Begitu menerima informasi, aparat segera bergerak menuju tempat kejadian.

Kronologi Penemuan dan Langkah Cepat Kepolisian

Seorang warga pertama kali melihat tubuh korban dalam kondisi tidak bergerak. Ia kemudian memanggil warga lain untuk memastikan keadaan tersebut. Setelah melihat luka terbuka di bagian leher dan bercak darah pada tubuh korban, warga segera menghubungi polisi.

Personel dari Polres Lampung Barat bersama anggota Polsek setempat langsung menuju lokasi. Tim menempuh perjalanan sekitar satu jam sebelum tiba di kebun kopi tempat korban terbaring. Setibanya di lokasi, petugas memastikan korban sudah meninggal dunia.

Tim identifikasi segera memasang garis polisi dan mengamankan area sekitar. Petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti, memotret kondisi lokasi, serta mencatat posisi korban secara detail. Setelah itu, petugas membawa jenazah ke RSUD Alimuddin Umar untuk menjalani pemeriksaan visum luar. Hingga kini, keluarga belum memberikan izin untuk autopsi lanjutan.

Jasad Pemuda Ditemukan di Kebun Kopi

Polisi olah TKP penemuan jasad pemuda di kebun kopi dengan kondisi leher nyaris putus di Lampung Barat.

Polisi Tangkap Terduga Pelaku dalam Kurun Waktu Kurang dari 12 Jam

Setelah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara, penyidik langsung menyusun strategi pengejaran. Pimpinan Satreskrim membagi personel ke dalam dua tim. Tim pertama menggali informasi dari saksi di sekitar lokasi, sedangkan tim kedua melacak keberadaan terduga pelaku berdasarkan petunjuk awal.

Langkah cepat ini membuahkan hasil pada Sabtu malam sekitar pukul 23.30 WIB. Tim kepolisian berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Aparat kemudian membawa terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik kini memeriksa terduga pelaku secara intensif untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian. Polisi juga mendalami hubungan antara korban dan pelaku guna mengidentifikasi latar belakang peristiwa tersebut.

Dugaan Penggunaan Senjata Tajam dan Pengumpulan Bukti

Berdasarkan temuan awal di lokasi, penyidik menduga pelaku menggunakan senjata tajam untuk melukai korban. Luka robek di bagian leher memperkuat dugaan tersebut. Di sekitar lokasi, penyidik menemukan senjata tajam yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan tersebut.

Selain mengamankan barang bukti, penyidik terus memeriksa sejumlah saksi tambahan. Langkah ini bertujuan memperkuat konstruksi perkara serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan akurat. Penyidik juga menyusun rangkaian peristiwa berdasarkan keterangan saksi, hasil visum, dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

Dampak Sosial dan Imbauan Keamanan

Peristiwa ini memengaruhi rasa aman warga Pekon Jagaraga dan sekitarnya. Untuk meredakan kekhawatiran, aparat meningkatkan patroli di area perkebunan dan titik-titik yang dianggap rawan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, kepolisian mendorong warga untuk aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Respons cepat aparat dalam menangani kasus ini menunjukkan keseriusan penegak hukum dalam mengusut tindak kriminal. Dengan penyidikan yang masih berjalan, publik kini menunggu hasil pendalaman motif dan kelanjutan proses hukum terhadap terduga pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.