Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) – melakukan penyesuaian agenda terkait perkenalan resmi John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Federasi sepak bola nasional tersebut semula merencanakan konferensi pers pada Senin, 12 Januari 2026. Namun, PSSI memilih menunda agenda tersebut tanpa menyampaikan alasan resmi kepada publik.

Langkah ini langsung menarik perhatian awak media dan pengamat sepak bola nasional. Publik menantikan kehadiran Herdman sebagai figur penting yang membawa harapan baru bagi Timnas Indonesia setelah periode transisi yang cukup panjang.

John Herdman tiba di Bandara Soekarno-Hatta sebagai pelatih Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.(canadasoccer.com)

Kedatangan John Herdman di Indonesia

John Herdman tiba di Indonesia pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Ia mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, setelah menempuh perjalanan udara menggunakan maskapai Cathay Pacific Airways dengan pesawat Airbus A330-300. Kedatangannya menandai awal perjalanan baru dalam karier kepelatihannya di kawasan Asia Tenggara.

Sejak momen kedatangannya, perhatian publik langsung tertuju pada sosok pelatih berusia 50 tahun tersebut. Rekam jejak Herdman bersama tim nasional di level internasional membuat banyak pihak menaruh ekspektasi tinggi terhadap arah baru Timnas Indonesia.

Rencana Konferensi Pers yang Mengalami Penundaan

PSSI sebelumnya menyusun agenda konferensi pers perkenalan Herdman pada Senin pagi pukul 09.00 WIB. Panitia memilih Ballroom 1 Hotel Mulia, Jakarta Selatan, sebagai lokasi acara. Venue tersebut memiliki nilai simbolis karena PSSI juga memperkenalkan sejumlah tokoh besar sebelumnya di tempat yang sama.

Dalam rencana awal, Herdman akan menyapa awak media pada sesi pagi hari. Jadwal ini berbeda dari pola perkenalan pelatih sebelumnya yang berlangsung pada sore hari. PSSI ingin menghadirkan nuansa baru sekaligus menyesuaikan agenda internal federasi.

Namun, pada Minggu malam, tim PSSI Pers menyampaikan informasi kepada awak media mengenai perubahan agenda tersebut. PSSI menyatakan bahwa konferensi pers pada Senin pagi tidak berlangsung sesuai rencana. Hingga kini, federasi belum menyampaikan jadwal pengganti secara terbuka.

Tradisi Perkenalan Pelatih Timnas Indonesia

PSSI memiliki tradisi memperkenalkan pelatih Timnas Indonesia di lokasi yang sama. Sebelumnya, federasi memperkenalkan Patrick Kluivert, Jordi Cruyff, dan Alexander Zwiers di Hotel Mulia, Jakarta Selatan. Tradisi ini menegaskan keseriusan PSSI dalam membangun citra profesional bagi tim nasional.

Meski demikian, PSSI memilih pendekatan waktu yang berbeda untuk Herdman. Federasi merancang sesi pagi hari agar pesan dan visi pelatih baru tersampaikan secara lebih fokus kepada media nasional.

Era Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman

John Herdman mengisi posisi pelatih kepala Timnas Indonesia setelah kursi tersebut kosong selama beberapa bulan. Kekosongan ini muncul setelah PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025. Keputusan tersebut muncul tidak lama setelah Timnas Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.

PSSI menaruh kepercayaan besar kepada Herdman untuk memimpin proses pembenahan menyeluruh. Dalam pertemuan pertamanya dengan jajaran federasi pada pertengahan Desember 2025, Herdman menyampaikan pandangan yang mencerminkan komitmen jangka panjang. Ia menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar tempat bekerja, melainkan panggilan untuk melakukan transformasi sepak bola nasional.

Harapan dan Fokus Transformasi Sepak Bola Nasional

Kehadiran John Herdman membawa harapan besar bagi masa depan Timnas Indonesia. PSSI menginginkan pendekatan modern, disiplin tinggi, serta pembangunan fondasi kuat dari level akar rumput hingga tim senior. Herdman dikenal memiliki pengalaman membangun tim nasional secara bertahap dan berkelanjutan.

Publik kini menunggu kepastian jadwal perkenalan resmi sekaligus pemaparan visi dan misi sang pelatih. Dengan dukungan federasi, pemain, serta suporter, Herdman memiliki peluang besar untuk membawa perubahan nyata. Penundaan konferensi pers tidak mengurangi antusiasme, justru meningkatkan rasa penasaran terhadap langkah awal pelatih baru Timnas Indonesia dalam menata arah sepak bola nasional.