Manajemen Tottenham Hotspur – kini menunjukkan sikap yang semakin kritis terhadap pelatih kepala Thomas Frank. Dalam beberapa pekan terakhir, Tottenham gagal meraih hasil positif secara konsisten. Oleh karena itu, dewan klub memutuskan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah tim.
Selain itu, tekanan terhadap Frank meningkat setelah Tottenham menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri saat menghadapi West Ham United. Hasil tersebut memicu kekecewaan besar di internal klub. Akibatnya, manajemen mulai mempertanyakan efektivitas pendekatan taktik yang Frank terapkan.
Sementara itu, Thomas Frank memang baru memulai tugasnya sejak musim panas lalu. Namun demikian, manajemen berharap kehadirannya mampu membawa perubahan cepat setelah menggantikan Ange Postecoglou. Sayangnya, hingga kini, manajemen belum melihat peningkatan signifikan dalam performa tim.

Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Denmark, Thomas Frank (2 kanan), dan bek Tottenham Hotspur asal Belanda, #37, Micky van de Ven (kanan), bertepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan fase liga Liga Champions UEFA antara Tottenham Hotspur dan FC Copenhagen di Stadion Tottenham Hotspur, London, Rabu (5-11-2025) dini hari WIB. Tottenham menang dengan skor 4-0. (Ben STANSALL/AFP)
Dewan Klub Tingkatkan Evaluasi Internal
Lebih lanjut, dewan direksi Tottenham meningkatkan intensitas evaluasi internal. Mereka meninjau performa tim dari berbagai aspek, mulai dari taktik hingga mental bertanding. Oleh sebab itu, setiap pertandingan kini menjadi tolok ukur penting bagi masa depan Frank.
Di sisi lain, manajemen melihat tren negatif yang terus berulang. Mereka menilai tim sering kehilangan fokus dalam momen krusial. Akibatnya, Tottenham gagal menjaga keunggulan atau mengamankan hasil imbang saat dibutuhkan.
Pada saat yang sama, jadwal padat di kompetisi domestik dan Eropa menambah tekanan. Oleh karena itu, manajemen tidak ingin membiarkan situasi berlarut-larut tanpa solusi konkret.
Tottenham Mulai Menyiapkan Opsi Pelatih Alternatif
Tidak hanya mengevaluasi kinerja Frank, manajemen Tottenham juga mulai menyusun daftar kandidat pelatih alternatif. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi. Dengan demikian, klub tidak akan kehilangan arah jika harus mengambil keputusan besar.
Selain itu, manajemen ingin memastikan setiap keputusan berjalan terencana. Mereka tidak ingin mengambil langkah emosional tanpa persiapan matang. Oleh karena itu, proses pemetaan kandidat berlangsung secara tertutup dan sistematis.
Sementara itu, kondisi ini menempatkan Frank dalam tekanan besar. Setiap laga kini memiliki arti penting. Jika hasil positif tidak segera hadir, ruang manuver sang pelatih akan semakin menyempit.
Suporter Tottenham Semakin Vokal Menyuarakan Kekecewaan
Di luar tekanan internal, reaksi suporter turut memperkeruh situasi. Ribuan pendukung The Lilywhites menyuarakan kekecewaan secara terbuka di Stadion Tottenham Hotspur. Akibatnya, atmosfer stadion berubah menjadi penuh ketegangan.
Menanggapi hal tersebut, Thomas Frank menunjukkan sikap terbuka. Ia mengakui rasa frustrasi para pendukung. Selain itu, ia menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas performa tim.
Namun demikian, tekanan dari tribun justru menambah beban psikologis. Dukungan publik yang sebelumnya diharapkan kini berubah menjadi tuntutan hasil instan. Dengan demikian, spekulasi mengenai masa depan Frank terus berkembang.
Statistik Buruk Memperkuat Kekhawatiran Manajemen
Lebih jauh, catatan statistik Tottenham memperkuat kekhawatiran manajemen. Klub hanya mencatat satu kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi. Oleh karena itu, manajemen menilai krisis performa telah mencapai tahap serius.
Selain itu, Tottenham gagal melangkah jauh di FA Cup dan Carabao Cup. Akibatnya, peluang meraih trofi musim ini semakin menyempit. Kini, klub hanya berharap pada kompetisi liga dan UEFA Champions League.
Di sisi lain, manajemen juga menyoroti lemahnya organisasi pertahanan. Tottenham sering kehilangan koordinasi saat menghadapi tekanan lawan. Oleh sebab itu, tim kerap kebobolan pada momen krusial.
Manajemen Hadapi Dilema Penentuan Masa Depan
Pada akhirnya, manajemen Tottenham berada dalam dilema besar. Di satu sisi, mereka ingin menghentikan tren negatif secepat mungkin. Di sisi lain, mereka ingin menghindari keputusan terburu-buru tanpa pengganti ideal.
Oleh karena itu, setiap hasil pertandingan ke depan akan sangat menentukan. Jika Thomas Frank mampu membawa perubahan nyata, manajemen mungkin memberi waktu tambahan. Namun demikian, jika tren negatif berlanjut, keputusan tegas hampir tak terhindarkan.
Dengan demikian, Tottenham kini memasuki fase krusial musim ini. Keputusan yang diambil manajemen tidak hanya menentukan nasib Thomas Frank, tetapi juga menentukan arah klub dalam jangka menengah dan panjang.