Kelapa Gading – terus memperkuat citranya sebagai kawasan kuliner malam yang hidup. Salah satu titik yang ramai dikunjungi berada di area Wisma Gading Permai (WGP). Di kawasan ini, Warung Tarra menarik perhatian pencinta lalapan dengan konsep sederhana dan menu yang beragam.
Warung Tarra menghadirkan suasana tenda kaki lima yang hangat dan bersahabat. Banyak pengunjung datang bersama keluarga atau rekan kerja untuk menikmati makan malam. Antrean pelanggan hampir selalu terlihat sejak warung mulai buka. Popularitas warung ini bahkan menjangkau kalangan publik figur, termasuk Hotman Paris yang kerap menyantap hidangan di sini.

Foto: Diah Afrilian
William Membangun Warung Tarra dengan Konsep Nyaman
William mengelola Warung Tarra secara langsung sejak awal berdiri hampir empat tahun lalu. Ia terjun langsung mengatur menu, pelayanan, dan kualitas bahan baku. Sejak hari pertama, William menempatkan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama.
Pada masa awal operasional, Warung Tarra hanya menyediakan menu soto, sop, dan oseng. Namun, William memperhatikan kebiasaan pelanggan yang datang bersama keluarga. Banyak pelanggan menginginkan pilihan menu lebih lengkap. Dari pengamatan tersebut, William menambahkan menu lalapan sebagai menu utama.
Keputusan ini membawa perubahan besar. Warung Tarra mulai dikenal sebagai tempat makan malam yang cocok untuk berbagai kalangan. Pelanggan merasa puas karena bisa memilih menu sesuai selera dalam satu tempat.
Hotman Paris Rutin Menyantap Sop Kaki di Warung Tarra
Nama Warung Tarra semakin di kenal setelah Hotman Paris beberapa kali berkunjung. Kehadiran pengacara kondang tersebut memberikan dampak besar terhadap popularitas warung. William menceritakan bahwa Hotman Paris datang tanpa protokoler khusus.
Hotman Paris langsung turun dari mobil, masuk ke area tenda, lalu duduk seperti pelanggan lainnya. Ia memesan sop kaki sebagai menu favorit. Meski tidak mengonsumsi daging sapi secara umum, Hotman Paris tetap memilih menu ini setiap kali datang. Hingga kini, ia sudah berkunjung setidaknya tiga kali.
Kunjungan tersebut memperkuat citra Warung Tarra sebagai tempat makan yang mengutamakan rasa dan kualitas, bukan sekadar popularitas.
Sambal Menjadi Daya Tarik Utama Warung Tarra
Warung Tarra menonjolkan sambal sebagai ciri khas utama. Setiap hari, dapur warung ini mengolah sekitar 14 hingga 15 kilogram cabai. William menggunakan kombinasi rawit merah, rawit hijau, dan cabai merah besar.
Warung Tarra menyediakan lima jenis sambal, yaitu sambal terasi, sambal bawang, sambal matah, sambal hijau, dan sambal dadak. Pengunjung bebas mengambil sambal, lalapan segar, nasi putih, serta es teh tawar sepuasnya.
William menyiapkan sambal dadak langsung saat warung mulai buka. Cara ini menjaga kesegaran rasa sambal. Banyak pelanggan memilih sambal dadak dan sambal bawang karena tingkat kepedasannya tinggi. Pelanggan yang menyukai rasa lebih ringan biasanya memilih sambal hijau atau sambal matah.
Lalapan Lengkap dengan Rasa Rumahan
Menu lalapan menjadi andalan utama Warung Tarra. Warung ini menyajikan ayam goreng atau bakar, ikan goreng, serta aneka jeroan. Untuk menu ayam, William memilih ayam pejantan karena teksturnya lebih padat dan ukurannya sesuai selera pelanggan.
Warung Tarra menawarkan dua jenis olahan ayam, yaitu ayam ungkep dan ayam kalasan. Pelanggan bebas memilih metode penyajian, baik digoreng maupun dibakar. Untuk menu ikan, ikan nila menjadi salah satu pilihan favorit karena teksturnya lembut di dalam dan renyah di luar.
Selain lalapan, Warung Tarra juga menyediakan menu tambahan seperti kulit cabe garam, susu goreng, paruh ayam, sop, dan soto. Ragam menu ini sering membuat pelanggan menambah nasi saat makan.
Harga Terjangkau dengan Jam Operasional Terbatas
Warung Tarra menetapkan harga yang ramah di kantong. Setiap lauk dibanderol mulai dari Rp5.000. Warung ini juga menyediakan menu paket dengan harga mulai dari Rp32.000. Konsep makan sepuasnya membuat banyak pelanggan merasa puas.
Warung Tarra buka setiap hari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Karena tingginya minat pengunjung, beberapa menu sering habis sebelum jam tutup. Pelanggan yang ingin menikmati menu lengkap disarankan datang lebih awal.
Penutup
Warung Tarra berhasil membangun identitas sebagai destinasi lalapan malam favorit di Wisma Gading Permai, Kelapa Gading. William menggabungkan menu variatif, sambal khas, harga terjangkau, dan suasana nyaman dalam satu konsep sederhana. Kehadiran pelanggan dari berbagai latar belakang, termasuk figur publik, semakin menguatkan posisi Warung Tarra di peta kuliner malam Jakarta Utara.