Arts Festival 2026 – Nama Indonesia kembali mendapat perhatian di tingkat internasional berkat prestasi membanggakan yang di torehkan oleh seniman cilik Almahyra Cyrilla Sastroisvara atau yang akrab di sapa Mahyra. Di usia yang baru menginjak lima tahun, Mahyra berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam ajang 13th Asia Arts Festival 2026 yang berlangsung di School of the Arts (SOTA) Concert Hall, Singapura.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa talenta anak-anak Indonesia mampu bersaing di panggung seni dunia. Tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam tari modern, Mahyra juga turut memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara melalui penampilan tari tradisional yang memukau para juri internasional.
Mahyra Menjadi Wakil Indonesia Termuda di Ajang Internasional
Asia Arts Festival merupakan salah satu ajang seni bergengsi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara di Asia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para seniman muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus bertukar pengalaman dalam bidang seni pertunjukan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Mahyra di percaya menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di kategori Solo Hip Hop Dance. Selain menjadi delegasi tunggal, ia juga tercatat sebagai peserta termuda yang tampil pada kategori tersebut.
Meski usianya masih sangat belia, Mahyra mampu menampilkan koreografi dengan penuh percaya diri. Gerakan yang energik, ekspresi yang kuat, serta penguasaan panggung yang baik berhasil menarik perhatian dewan juri maupun penonton yang hadir.
Penampilan impresif tersebut mengantarkan Mahyra meraih penghargaan Silver Trophy, sebuah pencapaian yang membanggakan mengingat persaingan di ikuti peserta berbakat dari berbagai negara.
Sukses Raih Gold Trophy Lewat Penampilan Tari Piring
Prestasi Mahyra tidak berhenti pada kategori solo. Pada hari kedua kompetisi yang di gelar 11 Juli 2026, ia kembali tampil dalam kategori Duo Folk Dance bersama rekannya, Prisa A.Y.
Keduanya memilih membawakan Tari Piring, salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini di kenal memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena memadukan gerakan yang dinamis, keseimbangan tubuh, serta kekompakan antarpenari.
Meskipun waktu persiapan mereka terbilang singkat, pasangan penari cilik tersebut mampu menampilkan pertunjukan yang memikat. Selama masa libur sekolah, Mahyra dan Prisa hanya menjalani sembilan kali sesi latihan untuk membangun kekompakan sekaligus menyempurnakan koreografi.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Penampilan mereka berhasil memperoleh apresiasi tinggi dari para juri internasional dan mengantarkan duet Indonesia tersebut meraih Gold Trophy, penghargaan tertinggi pada kategori Duo Folk Dance.

Lewat Ajang 13th Asia Arts Festival, Peseni Cilik Mahrya Bawa Harum Nama Indonesia di Singapura
Persiapan Singkat Tidak Menghalangi Prestasi
Keberhasilan yang di raih Mahyra dan Prisa menunjukkan bahwa kualitas penampilan tidak semata di tentukan oleh lamanya waktu latihan, melainkan juga oleh kedisiplinan, semangat belajar, serta kerja sama yang baik.
Dalam waktu latihan yang relatif terbatas, keduanya mampu membangun chemistry yang kuat sehingga setiap gerakan terlihat selaras di atas panggung. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat penampilan Tari Piring mereka mendapat penilaian positif.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan seni sejak usia dini dapat menghasilkan kemampuan yang kompetitif. Apabila di dukung latihan yang konsisten, pendampingan yang tepat, dan lingkungan yang memberikan motivasi.
Membawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia
Keikutsertaan Mahyra dalam dua kategori berbeda memperlihatkan kemampuan anak Indonesia untuk menguasai berbagai jenis seni tari. Di satu sisi, ia mampu tampil maksimal dalam tarian modern melalui Hip Hop Dance. Di sisi lain, ia juga ikut melestarikan budaya bangsa dengan menampilkan Tari Piring sebagai warisan seni tradisional Indonesia.
Perpaduan antara seni modern dan budaya daerah menjadi nilai tersendiri yang memperkaya penampilan delegasi Indonesia di ajang internasional. Selain menjadi sarana kompetisi, festival tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Prestasi ini menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki daya tarik yang kuat ketika di kemas dan di pentaskan secara profesional di forum internasional.
Diharapkan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda
Keberhasilan Mahyra dan Prisa di Asia Arts Festival 2026 di harapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus mengembangkan minat dan bakat di bidang seni. Prestasi yang di raih sejak usia dini membuktikan bahwa kesempatan untuk berkompetisi di tingkat internasional terbuka bagi siapa saja. Yang memiliki semangat belajar dan kemauan untuk terus berlatih.
Perwakilan keluarga menyampaikan harapan agar pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga. Tetapi juga mampu memotivasi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk berani berkarya, percaya diri tampil di berbagai ajang internasional. Serta terus melestarikan budaya bangsa melalui seni.
Dengan keberhasilan membawa pulang Silver Trophy dan Gold Trophy dari Singapura, Mahyra telah menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Sebaliknya, kerja keras, dedikasi, dan kecintaan terhadap seni mampu menjadi bekal penting dalam mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.