Rafael Leao Tinggalkan AC Milan setelah menjalani tujuh musim bersama klub berjuluk Rossoneri tersebut. Penyerang asal Portugal itu menyampaikan salam perpisahan kepada publik San Siro setelah Milan menaklukkan Venezia 2-0 pada pekan kedua Serie A 2026-2027, Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB.

Pertandingan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang Leao bersama Milan. Setelah meninggalkan Italia, pemain Timnas Portugal itu akan melanjutkan karier di Turkiye dengan memperkuat Galatasaray.

Galatasaray mencapai kesepakatan untuk memberikan gaji sebesar 10 juta euro per musim kepada Leao. Sementara itu, AC Milan menerima biaya transfer senilai 40 juta euro ditambah bonus yang dapat mencapai 3 juta euro.

Kepindahan tersebut menutup kebersamaan Leao dengan Milan yang berlangsung sejak 1 Agustus 2019. Selama tujuh tahun, ia berkembang menjadi salah satu pemain penting sekaligus figur yang sangat dikenal pendukung Rossoneri.

Rafael Leao Sampaikan Perpisahan kepada AC Milan

Leao tidak menyembunyikan emosinya ketika membicarakan kepergiannya. Ia mengakui bahwa meninggalkan rekan-rekan yang telah bersamanya selama bertahun-tahun bukan keputusan yang mudah.

Menurut Leao, banyak orang di lingkungan Milan memiliki peran besar dalam perkembangan kariernya. Dukungan tersebut membantunya meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing pada level tertinggi bersama salah satu klub terbesar Italia.

Ia juga merasa bangga karena pernah mengenakan seragam Rossoneri dalam waktu yang panjang. Namun, perjalanan sepak bola membuat Leao kini harus membuka lembaran baru bersama Galatasaray.

Leao sebenarnya menginginkan akhir perjalanan yang berbeda. Meski demikian, ia menerima kenyataan bahwa waktunya bersama klub telah selesai.

Perpisahan itu tidak serta-merta memutus hubungan emosional antara Leao dan Milan. Sebaliknya, pemain asal Portugal tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap menyimpan ikatan kuat dengan klub yang membesarkan namanya.

Leao Berjanji Kembali ke San Siro

Meski Rafael Leao tinggalkan AC Milan, ia memastikan bahwa San Siro tetap memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya. Leao bahkan berencana kembali ke stadion tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pendukung.

Selama memperkuat Milan, Leao merasakan dukungan suporter dalam berbagai situasi. Para penggemar tetap berada di belakangnya ketika ia tampil impresif maupun saat mengalami periode sulit.

Karena itu, Leao ingin suatu hari kembali bertemu dengan pendukung Rossoneri. Ia memandang kebersamaannya selama tujuh musim sebagai bagian penting dari sejarah pribadi dan perjalanan klub.

Pemain Timnas Portugal tersebut juga menyadari kontribusi yang sudah ia berikan selama berada di Milan. Kenangan, pencapaian, serta hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun membuat kecintaannya terhadap klub tidak hilang hanya karena ia pindah.

Leao memastikan akan terus mengikuti perkembangan Milan dari kejauhan. Statusnya memang bukan lagi pemain Rossoneri, tetapi hubungan emosionalnya dengan klub tetap bertahan.

Rafael Leao Tinggalkan AC Milan

Rafael Leao dari AC Milan merayakan gol Pervis Estupinan dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Inter Milan di Milan, Italia, pada 8 Maret 2026.

Rafael Leao Beri Dukungan untuk Ruben Amorim

Dalam pesan perpisahannya, Leao turut membicarakan masa depan AC Milan bersama Ruben Amorim. Ia memberikan dukungan kepada pelatih asal Portugal tersebut untuk membawa Rossoneri kembali bersaing memperebutkan gelar.

Leao menilai Milan mempunyai kualitas yang cukup besar untuk membangun era baru. Kemenangan 2-0 atas Venezia juga menunjukkan potensi yang dimiliki skuad Rossoneri pada awal Serie A 2026-2027.

Selain kualitas pemain, Leao melihat kehadiran Amorim sebagai salah satu faktor penting. Ia menilai Milan mengambil keputusan bagus ketika menunjuk pelatih tersebut pada musim panas.

Menurutnya, Amorim memiliki kemampuan untuk membantu Rossoneri kembali mengejar prestasi besar. Leao juga menyukai pendekatan permainan yang diterapkan kompatriotnya tersebut.

Walaupun tidak memiliki banyak waktu bekerja bersama Amorim, Leao tetap memberikan penilaian positif. Ia menghargai kemampuan sang pelatih dan berharap Milan meraih kesuksesan di bawah arahannya.

Galatasaray Jadi Babak Baru Karier Leao

Setelah tujuh tahun menjalani kompetisi sepak bola Italia, Leao kini menghadapi tantangan baru di Super Lig Turkiye. Galatasaray menjadi tujuan berikutnya setelah klub tersebut mencapai kesepakatan transfer dengan Milan.

Kepindahan ini membuka fase berbeda dalam karier pemain Portugal tersebut. Leao akan meninggalkan lingkungan yang sudah sangat familiar baginya untuk beradaptasi dengan kompetisi, rekan setim, serta atmosfer sepak bola yang baru.

Di sisi lain, Milan harus melanjutkan perjalanan tanpa salah satu pemain yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari lini serang mereka. Klub kini memasuki era baru bersama Amorim dengan komposisi skuad yang terus mengalami perubahan.

Kemenangan atas Venezia memberikan awal positif sekaligus menjadi penutup perjalanan Leao di hadapan publik San Siro. Momen tersebut membuat pertandingan pekan kedua Serie A itu memiliki arti khusus bagi sang pemain.

Kepergian Leao memang mengakhiri tujuh tahun kebersamaannya dengan Rossoneri. Namun, kenangan yang ia bangun selama berada di Milan tetap menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Kini, Rafael Leao tinggalkan AC Milan untuk memulai tantangan bersama Galatasaray. Walaupun berpisah secara profesional, Leao menegaskan bahwa kecintaannya kepada Rossoneri akan tetap bertahan dan ia akan terus mengikuti perjalanan mantan klubnya dari kejauhan.