TIME100 AI 2026 kembali menampilkan 100 tokoh yang berpengaruh besar dalam perkembangan kecerdasan buatan. Daftar ini mencakup pemimpin perusahaan teknologi, ilmuwan, akademisi, investor, pembuat kebijakan, dan figur publik.
TIME menyusun daftar tersebut melalui proses riset oleh editor dan reporter. Tim redaksi meneliti rekam jejak setiap kandidat. Mereka juga meminta masukan dari pemimpin industri dan sejumlah pakar.
Hasilnya, TIME memilih 100 nama yang dinilai memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan AI. Para tokoh itu kemudian dibagi ke dalam empat kategori utama.
Empat kategori tersebut adalah Pemimpin, Inovator, Pembentuk, dan Pemikir. Pembagian ini menunjukkan bahwa pengaruh dalam dunia AI hadir melalui berbagai peran.
Pemimpin Redaksi TIME, Sam Jacobs, mengatakan proyek TIME100 AI dimulai tiga tahun lalu. Sejak saat itu, perkembangan kecerdasan buatan berlangsung sangat cepat.
Pada awalnya, AI lebih banyak memicu rasa penasaran. Kini, teknologi tersebut semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat memakainya untuk bekerja, mencari informasi, mengolah data, dan menciptakan konten.
AI juga semakin berperan dalam cara masyarakat mencari pengetahuan. Namun, perkembangan tersebut ikut memunculkan berbagai perdebatan.
Menurut Jacobs, kemajuan AI membawa harapan besar sekaligus kekhawatiran mendalam. Kondisi itu terlihat dari beragam tokoh yang masuk dalam TIME100 AI 2026.
Sam Altman dan Elon Musk Masuk Kategori Pemimpin
Kategori Pemimpin berisi tokoh yang memegang peran penting dalam perusahaan teknologi dan industri AI. Beberapa nama besar dari OpenAI masuk dalam kelompok ini.
Mereka adalah Chief Research Officer OpenAI Mark Chen, CEO Sam Altman, dan Presiden Greg Brockman. TIME juga memasukkan Elon Musk, CEO SpaceX.
Dario dan Daniela Amodei, pendiri Anthropic, turut berada dalam kategori tersebut. Selain itu, ada Chairman dan CEO IBM Arvind Krishna.
Chief AI Readiness Officer Google DeepMind Lila Ibrahim juga masuk dalam daftar. Begitu pula pendiri sekaligus CEO ByteDance Liang Rubo.
Nama lain mencakup A.G. Sulzberger dari The New York Times Co. dan CEO Broadcom Hock Tan. TIME juga memilih Arvind Raman dari CAISI dan NIST.
Jeff Bezos turut masuk sebagai pendiri Amazon dan pendiri Prometheus. Moustapha Cisse dari Kera Health Platforms juga masuk dalam kategori Pemimpin.
Selain mereka, terdapat Josh Payne dari Nscale dan Larry Ellison dari Oracle. Nama He Tingbo dari Huawei juga masuk dalam daftar.
Valerii Borovyk dari First Contact menjadi bagian dari kelompok ini. Chief AI Officer Cohere Joelle Pineau juga mendapat tempat.
TIME turut memasukkan CEO Amazon Web Services Matt Garman. Pendiri dan CEO Databricks Ali Ghodsi juga berada dalam daftar.
CEO Alibaba Eddie Wu masuk bersama VP dan Head of Search Google Elizabeth Reid. Nigel Vaz dari Publicis Sapient juga menjadi bagian dari kategori Pemimpin.
Nama lainnya adalah CEO CoreWeave Michael Intrator dan CEO SMIC Liang Mong Song.
Inovator AI Datang dari Beragam Bidang
Kategori Inovator berisi tokoh yang mengembangkan produk, layanan, dan pendekatan baru berbasis AI. Latar belakang mereka juga sangat beragam.
Pendiri dan CEO OpenEvidence Daniel Nadler masuk dalam daftar. Aktor dan sutradara Ben Affleck juga berada dalam kategori ini.
Executive Vice President BYD Stella Li turut masuk. Sementara itu, Michael Truell mewakili Cursor sebagai pendiri dan CEO.
Azalia Mirhoseini dan Anna Goldie dari Ricursive Intelligence juga mendapat tempat. TIME turut memilih Yang Zhilin, pendiri dan CEO Moonshot AI.
Pencipta OpenClaw Peter Steinberger masuk dalam kategori ini. Begitu pula Anima Anandkumar dari California Institute of Technology.
Nama lain mencakup Mohamed Moussa dari Tarteel dan Coerte Voorhees. Brendan Foody dari Mercor juga masuk.
Pendiri dan CEO Suno Mikey Shulman turut berada dalam daftar. Danielle Boyer dari The STEAM Connection juga masuk.
TIME kemudian mencantumkan Utkarsh Saxena dari Adalat AI. Ada pula Uljan Sharka dari Domyn dan Andrew Feldman dari Cerebras Systems.
Deng Taihua dari AgiBot ikut terpilih. CEO Zhipu Zhang Peng dan Winston Weinberg dari Harvey juga masuk.
Suchi Saria dari Bayesian Health menjadi bagian dari kategori Inovator. Nama Sanjay Mehrotra dari Micron Technology turut tercantum.
Vivek Raghavan dari Sarvam AI juga masuk dalam daftar. Hon Weng Chong dari Cortical Labs serta Xiao Hong dari Manus melengkapi kelompok ini.

Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.
Pembentuk Ikut Menentukan Arah Perkembangan AI
Perkembangan AI tidak hanya bergantung pada perusahaan teknologi. Kebijakan, regulasi, investasi, dan perlindungan masyarakat juga memegang peran penting.
Karena itu, kategori Pembentuk menghadirkan tokoh dari berbagai bidang. Mereka berasal dari pemerintahan, organisasi, industri kreatif, hingga lembaga sosial.
Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union Doreen Bogdan-Martin masuk dalam kategori ini. Joseph Gordon-Levitt dari Creators Coalition on AI juga turut terpilih.
Pat Grady dan Alfred Lin dari Sequoia Capital masuk dalam daftar. Senator Amerika Serikat Bernie Sanders juga berada dalam kategori yang sama.
Paris Hilton masuk karena perannya dalam perjuangan melawan penyalahgunaan deepfake. TIME juga memasukkan David Sacks.
Angle Bush dari Black Women in AI turut mendapat tempat. Alessandra Sala juga masuk melalui kiprahnya di UNESCO dan Shutterstock.
Max Tegmark dari Future of Life Institute berada dalam daftar tersebut. Jack Clark dari Anthropic juga masuk dalam kategori Pembentuk.
Nama lain mencakup Garrett Lord dari Handshake dan penulis Andrea Bartz. Joe Dominguez dari Constellation Energy Group juga dipilih.
Erin Brockovich turut masuk melalui aktivitas pelaporan terkait pusat data AI. Sunny Gandhi dari Encode juga menjadi bagian dari daftar.
TIME mencantumkan Bernadette Meehan dari Wikimedia Foundation. Philip Colligan dari Raspberry Pi Foundation juga masuk.
Sarah Guo dari Conviction menjadi salah satu tokoh terpilih. Meetali Jain dari Tech Justice Law turut mendapat tempat.
Presiden AFL-CIO Liz Shuler juga masuk. Geoff Ralston dari SAIF dan Wafa Ben-Hassine dari OHCHR ikut tercantum.
Andy Konwinski, pendiri Databricks, Laude, dan Perplexity, juga masuk. Max Spero dari Pangram Labs melengkapi kategori tersebut.
Mira Murati dan Fei-Fei Li Masuk Kelompok Pemikir
Kategori Pemikir menyoroti mereka yang berperan melalui penelitian, gagasan, ilmu pengetahuan, serta pendekatan sosial terhadap AI.
Mira Murati, pendiri dan CEO Thinking Machines Lab, masuk dalam kelompok ini. Ilya Sutskever dari Safe Superintelligence juga turut terpilih.
Fei-Fei Li menjadi nama penting lainnya. Ia merupakan pendiri dan CEO World Labs serta tokoh Stanford Institute for Human-Centered AI.
Marian Croak dari Google juga masuk. TIME turut mencantumkan Emil Michael dan Yann LeCun.
CEO Cognizant Ravi Kumar S menjadi bagian dari kategori Pemikir. Zhou Bowen dari Shanghai AI Laboratory juga terdapat dalam daftar.
Chelsea Finn dari Physical Intelligence ikut terpilih. Begitu pula Beth Barnes dari METR.
Veronyka Gimenes dari Codigo Nao Binario juga masuk. Kreator YouTube Hank Green turut menjadi salah satu nama yang dipilih.
Daniela Rus dari MIT CSAIL dan Liquid AI masuk dalam daftar. Owain Evans dari Truthful AI juga mendapat tempat.
Seniman Ayoung Kim turut muncul dalam kategori ini. Sanmi Koyejo dari Virtue AI juga masuk.
Karine Perset dari OECD menjadi bagian dari kelompok Pemikir. Alex Rives dari Chan Zuckerberg Initiative turut terpilih.
Newton Campbell Jr. dari NASA OCIO juga masuk dalam daftar. Ia turut aktif dalam The Planetary Society.
Josh Parker dari Nvidia berada dalam kategori yang sama. Profesor ekonomi MIT David Autor juga mendapat tempat.
Dario Gil dari Departemen Energi Amerika Serikat masuk dalam daftar tersebut. Peneliti dan penulis Andy Masley turut terpilih.
Sementara itu, pendiri dan CEO CuspAI Chad Edwards melengkapi kelompok Pemikir.
TIME100 AI 2026 Tunjukkan Luasnya Pengaruh Kecerdasan Buatan
Komposisi TIME100 AI 2026 menunjukkan bahwa kecerdasan buatan sudah menyentuh banyak sektor. Pengaruhnya tidak lagi terbatas pada perusahaan teknologi.
AI kini berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, energi, industri kreatif, ketenagakerjaan, dan kebijakan publik. Teknologi ini juga berkaitan erat dengan hak asasi manusia dan keamanan digital.
Masuknya Sam Altman, Elon Musk, Mira Murati, Fei-Fei Li, Jeff Bezos, dan Bernie Sanders menunjukkan luasnya ekosistem AI.
Selain itu, nama seperti Paris Hilton dan Ben Affleck memperlihatkan bahwa perdebatan soal AI juga meluas ke industri kreatif.
Di satu sisi, perusahaan dan ilmuwan terus meningkatkan kemampuan AI. Di sisi lain, pembuat kebijakan dan organisasi masyarakat berusaha mengurangi berbagai risiko.
TIME100 AI 2026 akhirnya menjadi gambaran tentang siapa saja yang sedang memengaruhi masa depan kecerdasan buatan. Mereka membangun teknologi, mengembangkan gagasan, membentuk aturan, serta mengarahkan penggunaannya di berbagai sektor.