Fitur First Draft Instagram menawarkan cara baru untuk mempercepat tahap awal pembuatan Reels, terutama ketika pengguna memiliki banyak rekaman yang perlu dirangkai. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), fitur tersebut mampu mengolah sejumlah klip menjadi susunan video awal sebelum pengguna melanjutkan proses penyuntingan.

Instagram memperkenalkan First Draft pada Selasa (25/8/2026). Kehadirannya mengurangi pekerjaan manual yang biasanya harus pengguna lakukan ketika menyeleksi dan memotong rekaman satu per satu.

Alih-alih langsung menghasilkan konten final, First Draft menyiapkan susunan awal yang tetap dapat pengguna modifikasi. Karena itu, pengguna masih memegang kendali atas video yang nantinya mereka unggah sebagai Reels.

Fitur tersebut juga sudah dapat ditemukan oleh sebagian pengguna Instagram di Indonesia.

AI Menangani Tahap Awal Penyusunan Video Reels

First Draft bekerja dengan menganalisis kumpulan rekaman yang pengguna pilih untuk sebuah Reels. Sistem kemudian mencari bagian yang dapat masuk ke dalam susunan awal video.

Kemampuan AI pada fitur ini mencakup beberapa pekerjaan editing dasar. Sistem dapat menentukan bagian penting dari sebuah klip, menyingkirkan potongan yang tidak diperlukan, mengurangi bagian tanpa suara atau jeda, serta menggabungkan sejumlah rekaman ke dalam satu rangkaian.

Proses tersebut membuat pengguna tidak harus mengerjakan seluruh trimming secara manual sejak awal. Manfaatnya akan terasa ketika bahan Reels terdiri atas banyak klip dengan durasi dan isi berbeda.

Namun, First Draft tidak mengambil alih seluruh proses kreatif. Instagram tetap membawa hasil pengolahan AI ke halaman penyuntingan Reels sehingga pengguna dapat menentukan hasil akhirnya sendiri.

Pengguna, misalnya, dapat memperpanjang atau memperpendek bagian tertentu. Mereka juga bisa mengubah posisi klip dalam timeline dan menerapkan penyuntingan tambahan sebelum memublikasikan konten.

Dengan konsep tersebut, fitur First Draft Instagram berperan sebagai pembuat rancangan awal, bukan editor otomatis yang langsung menghasilkan video siap unggah.

fitur First Draft Instagram

Ilustrasi Instagram.

Cara Menggunakan First Draft Saat Membuat Reels

Pengguna dapat memulai prosesnya melalui menu pembuatan Reels seperti biasa. Setelah masuk ke tahap pemilihan media, pengguna perlu mengambil beberapa rekaman dari galeri perangkat.

Instagram kemudian menyediakan tombol First Draft setelah pengguna menentukan klip yang akan mereka gunakan. Opsi tersebut berada pada bagian bawah antarmuka dan berdekatan dengan tombol Next.

Ketika pengguna memilih First Draft, AI mulai membaca materi video yang tersedia. Sistem melakukan seleksi, menentukan potongan yang di anggap sesuai, mengurangi jeda tertentu, lalu menyusun rekaman pilihan tersebut dalam sebuah timeline.

Setelah proses otomatis selesai, Instagram membawa pengguna menuju halaman editing Reels. Pada tahap inilah pengguna dapat mengevaluasi susunan yang di buat AI.

Apabila hasil awal belum sesuai keinginan, pengguna tetap dapat melakukan perubahan. Dengan demikian, otomatisasi berfungsi untuk menghemat pekerjaan awal tanpa menghilangkan fleksibilitas penyuntingan.

Mekanisme tersebut juga memberikan pilihan bagi pengguna yang ingin mempercepat produksi konten. Mereka dapat menjadikan rancangan buatan AI sebagai titik awal, kemudian melakukan penyesuaian sesuai gaya video masing-masing.

First Draft Juga Terpantau Hadir di Android

Informasi dari akun resmi Instagram Creator, @creators, pada awalnya menyebut peluncuran First Draft untuk pengguna iPhone. Meski demikian, keberadaan fitur tersebut juga terpantau pada perangkat Android di Indonesia.

Pengujian pada Rabu (26/8/2026) menemukan tombol First Draft pada salah satu akun pribadi yang menjalankan Instagram versi stabil 444.0.0.46.85 di smartphone Android.

Opsi itu muncul ketika pengguna masuk ke menu pembuatan Reels dan memasukkan beberapa video dari galeri. Setelah proses pemilihan selesai, Instagram menampilkan tombol First Draft di dekat opsi Next.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengguna Android tertentu juga sudah dapat mencoba kemampuan penyusunan video berbasis AI ini. Namun, materi sumber tidak memberikan rincian mengenai cakupan distribusi fitur untuk seluruh akun atau perangkat Android.

Hasil AI Masih Bisa Disesuaikan Sebelum Reels Tayang

Dalam pengujian singkat yang tercantum pada materi sumber, First Draft mampu menghasilkan potongan video yang cukup rapi. Sistem dapat mengambil sejumlah bagian menarik dari kumpulan rekaman sekaligus menentukan titik pemotongan yang sesuai.

Kemampuan tersebut berpotensi membantu pengguna yang sering merekam banyak video sebelum membuat sebuah Reels. Tanpa First Draft, pengguna perlu memeriksa rekaman, mencari bagian yang ingin di gunakan, melakukan trimming, lalu menyatukan setiap klip secara manual.

First Draft memindahkan sebagian pekerjaan tersebut ke tahap otomatis. Pengguna dapat memusatkan perhatian pada pemeriksaan hasil, penyusunan ulang materi apabila di perlukan, dan sentuhan editing berikutnya.

Meski AI mengambil peran dalam proses awal, keputusan akhir tetap berada di tangan pembuat konten. Pengguna masih dapat mengubah durasi maupun urutan klip sebelum meneruskan proses publikasi.

Kehadiran fitur First Draft Instagram pada akhirnya menawarkan jalur yang lebih ringkas untuk memulai pembuatan Reels dari banyak rekaman. Pengguna yang tidak ingin menghabiskan waktu memotong setiap klip sejak awal dapat memanfaatkan hasil rancangan AI, lalu menyempurnakannya melalui editor Reels sebelum mengunggah video.