Yair Netanyahu Dievakuasi dari Amerika Serikat ke Israel setelah badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengidentifikasi ancaman serius yang berpotensi membahayakan keselamatan putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tersebut. Otoritas keamanan kemudian mengambil langkah cepat dengan membawa Yair beserta tim pengawalnya kembali ke Israel.

Shin Bet mengumumkan keputusan tersebut pada Sabtu (29/8/2026). Badan keamanan itu menjelaskan bahwa mereka terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap situasi sebelum memutuskan evakuasi segera sebagai langkah perlindungan.

Meski mengonfirmasi keberadaan ancaman, Shin Bet tidak membeberkan bentuk ancaman yang mereka temukan. Otoritas tersebut juga belum menyampaikan identitas pihak yang di duga merencanakan serangan terhadap Yair.

Dengan demikian, publik belum memperoleh informasi resmi mengenai siapa yang berada di balik ancaman terbaru tersebut. Namun, keputusan untuk memulangkan Yair menunjukkan bahwa aparat keamanan Israel menilai situasinya cukup serius sehingga membutuhkan tindakan segera.

Personel Keamanan Israel Dikerahkan untuk Membantu Evakuasi

Proses evakuasi Yair Netanyahu melibatkan personel keamanan Israel yang berada di Amerika Serikat. Channel 12 melaporkan bahwa Shin Bet mengalihkan sejumlah personelnya dari New York menuju Miami untuk mendukung operasi tersebut.

Sebelum menjalankan tugas itu, para personel keamanan tersebut kabarnya mendampingi Presiden Israel Isaac Herzog selama kunjungannya ke Amerika Serikat. Setelah muncul kebutuhan mendesak untuk melindungi Yair, mereka kemudian menuju Florida.

Yair sendiri telah menetap di Florida selama beberapa tahun. Selama berada di Amerika Serikat, ia juga mendapat pengawalan dari tim keamanan Israel.

Langkah pemulangan ini kembali menarik perhatian karena sebelumnya muncul sejumlah laporan mengenai dugaan ancaman terhadap keluarga Benjamin Netanyahu. Bahkan, nama Yair pernah muncul dalam pemberitaan mengenai dugaan rencana pembunuhan yang berkaitan dengan Iran.

Dugaan Ancaman Iran terhadap Putra Benjamin Netanyahu

Sebelum Shin Bet mengumumkan evakuasi terbaru, Benjamin Netanyahu pernah menyampaikan bahwa Iran menargetkan salah satu putranya. Dalam wawancara bersama Channel 14, perdana menteri Israel tersebut mengklaim Iran pernah berupaya membunuh anaknya.

Namun, Netanyahu tidak mengungkap secara spesifik identitas putra yang ia maksud. Selain Yair, Netanyahu juga memiliki putra bernama Avner.

Di sisi lain, Newsmax pada pekan yang sama melaporkan bahwa intelijen Israel sebelumnya menemukan dugaan rencana pembunuhan terhadap Yair ketika ia berada di Florida pada Desember 2025. Menurut laporan tersebut, pihak Israel kemudian meneruskan informasi mengenai potensi ancaman itu kepada otoritas Amerika Serikat.

Laporan tersebut juga mengutip seorang pejabat penegak hukum AS yang menyebut dugaan keberadaan operatif Iran di kawasan Miami. Pihak tersebut kabarnya memantau pergerakan Yair selama ia berada di Florida.

Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi yang menghubungkan Iran dengan ancaman terbaru yang mendorong Yair Netanyahu dievakuasi dari AS ke Israel. Shin Bet hanya mengonfirmasi keberadaan ancaman signifikan tanpa mengungkap siapa yang merencanakannya.

Karena itu, dugaan keterlibatan Iran dalam kasus terbaru masih belum dapat dipastikan berdasarkan pernyataan resmi Shin Bet.

Yair Netanyahu Dievakuasi

Yair Netanyahu, putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dilaporkan menjadi target pembunuhan oleh Iran.

Yair Netanyahu Telah Lama Tinggal di Florida

Yair Netanyahu bukan sosok asing dalam perdebatan politik Israel. Putra sulung Benjamin Netanyahu tersebut telah tinggal di wilayah Florida, Amerika Serikat, selama beberapa tahun dan menjalani aktivitasnya dengan pengamanan dari Israel.

Keberadaannya di Amerika Serikat sebelumnya juga memunculkan kontroversi di dalam negeri. Sejumlah laporan media Israel menyoroti gaya hidup Yair serta biaya pengamanan yang negara tanggung selama ia berada di luar negeri.

Sorotan terhadap Yair semakin kuat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ketika banyak warga Israel kembali ke negaranya dan sebagian menjalani tugas sebagai pasukan cadangan, Yair memilih tetap berada di Amerika Serikat.

Situasi tersebut memunculkan kritik dari sebagian masyarakat Israel. Mereka mempertanyakan alasan putra perdana menteri tetap tinggal di luar negeri ketika banyak warga lain harus menjalankan kewajiban militer atau mendukung operasi keamanan negara.

Meskipun menghadapi kritik, Yair tetap menjalankan aktivitasnya di Amerika Serikat hingga ancaman terbaru membuat aparat keamanan mengambil keputusan berbeda.

Yair Netanyahu Aktif Menyuarakan Pandangan Politik

Selain di kenal sebagai putra sulung Benjamin Netanyahu, Yair memiliki aktivitas politik yang cukup menonjol. Ia di kenal sebagai aktivis berhaluan kanan sekaligus podcaster yang aktif menyampaikan pandangannya melalui media sosial.

Dalam berbagai kesempatan, Yair secara terbuka membahas perkembangan politik Israel. Ia juga kerap menyampaikan kritik keras terhadap lawan politik ayahnya, pengkritik pemerintahan Netanyahu, serta sejumlah jurnalis.

Aktivitas tersebut membuat namanya sering muncul dalam perdebatan politik Israel meskipun ia tidak memegang jabatan resmi dalam pemerintahan ayahnya.

Kini, perhatian kembali tertuju kepada Yair setelah Shin Bet memutuskan memulangkannya dari Amerika Serikat. Otoritas Israel mengambil keputusan tersebut setelah menilai terdapat ancaman signifikan terhadap keselamatannya.

Sampai saat ini, Shin Bet belum mengungkap identitas pihak yang di duga berada di balik ancaman itu. Otoritas keamanan Israel juga belum memastikan apakah ancaman terbaru memiliki hubungan dengan laporan sebelumnya mengenai dugaan rencana Iran untuk menargetkan Yair di Florida.