Jetour T2 i-DM Vs Chery Tiggo 8 CSH AWD memperlihatkan dua cara berbeda dalam menawarkan SUV berteknologi plug-in hybrid kepada konsumen Indonesia. Jetour membawa pendekatan kendaraan petualang dengan bodi besar dan desain tegas. Di sisi lain, Chery lebih fokus menghadirkan kendaraan keluarga berkapasitas tujuh orang yang tetap memiliki tenaga besar.
Perbedaan konsep tersebut membuat calon pembeli tidak cukup hanya melihat teknologi PHEV yang keduanya gunakan. Kapasitas kabin, kemampuan sistem penggerak, ukuran kendaraan, kelengkapan fitur hingga harga menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.
Menariknya, model dengan harga lebih rendah justru menawarkan tenaga sistem yang lebih besar. Namun, konsumen yang mengejar karakter SUV tangguh mendapatkan daya tarik tersendiri dari model Jetour.
Harga Bisa Menjadi Pertimbangan Pertama
Sebelum membahas spesifikasi lebih jauh, banderol kedua kendaraan memperlihatkan jarak yang cukup besar.
Chery menawarkan Tiggo 8 CSH AWD seharga Rp 559,9 juta OTR Jakarta. Sementara itu, konsumen perlu menyiapkan Rp 688 juta OTR Jakarta untuk membawa pulang Jetour T2 i-DM.
Perhitungan dari kedua harga tersebut menghasilkan selisih sekitar Rp 128,1 juta. Angka ini tentu dapat menjadi pertimbangan penting, terutama karena masing-masing kendaraan membawa keunggulan yang berbeda.
Dengan harga yang lebih rendah, Chery menyediakan kabin tujuh penumpang sekaligus sistem hybrid bertenaga besar. Jetour mengambil jalur lain dengan menawarkan kendaraan lima penumpang yang mempunyai tampilan lebih berorientasi pada aktivitas petualangan.
Tenaga Tiggo 8 CSH AWD Tembus Sekitar 494 PS
Jika performa menjadi prioritas, spesifikasi Tiggo 8 CSH AWD cukup mencolok.
Chery menggabungkan mesin 1.5 turbo dengan sistem hybrid yang memakai tiga motor listrik. Mesin bensinnya sendiri menghasilkan 143 PS dan torsi 215 Nm.
Ketika seluruh sistem bekerja bersama, outputnya mencapai 363 kW atau sekitar 494 PS. Torsi maksimum menyentuh 640 Nm. Chery menyebut SUV tersebut dapat melaju dari 0 hingga 100 km per jam dalam 6,8 detik.
Jetour menawarkan konfigurasi berbeda. T2 i-DM mengandalkan mesin 1.5 TGDI dengan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm. Pabrikan kemudian memasangkan mesin tersebut dengan dua motor listrik dan transmisi 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission atau 3DHT.
Gabungan sistem penggeraknya menghasilkan 224 PS serta torsi maksimum 390 Nm.
Jetour juga menerapkan Intelligent Dual Mode atau i-DM. Teknologi tersebut mengelola penggunaan mesin pembakaran dan tenaga listrik menyesuaikan kebutuhan saat kendaraan melaju.
Berdasarkan angka spesifikasinya, Chery memiliki keunggulan besar dalam tenaga maupun torsi. Namun, Jetour tidak hanya mengejar angka performa karena T2 i-DM juga membawa karakter kendaraan petualang sebagai salah satu nilai jualnya.
Jetour Mengandalkan Postur Lebih Kekar
Karakter tersebut terlihat jelas ketika membandingkan ukuran kedua mobil.
T2 i-DM membentang sepanjang 4.785 mm dengan lebar 2.006 mm. Tingginya berada di sekitar 1.875 hingga 1.880 mm, sementara jarak antarsumbu roda mencapai 2.800 mm.
Jetour turut memberikan ground clearance sekitar 205-210 mm. Pelek 20 inci yang memakai ban 255/55 R20 semakin mendukung proporsi bodinya.
Ukuran Tiggo 8 CSH AWD lebih ringkas. Panjang bodinya mencapai 4.725 mm, sedangkan lebarnya 1.860 mm dan tingginya 1.705 mm. Chery memberikan wheelbase 2.710 mm serta pelek 19 inci dengan ban 235/50 R19.
Jika menghitung perbedaannya, bodi Jetour lebih panjang 60 mm dan lebih lebar 146 mm. T2 i-DM juga mempunyai wheelbase tambahan 90 mm. Selisih tinggi keduanya berada di kisaran 170 mm.
Tak mengherankan apabila penampilan Jetour terlihat lebih kekar. Bentuk mengotak dan garis bodi tegas semakin menegaskan tema adventure. Sebaliknya, proporsi Tiggo 8 CSH AWD cenderung lebih rendah dan menampilkan karakter SUV keluarga.

Jetour T2 i-DM Vs Chery Tiggo 8 CSH.
Lima Kursi Melawan Tujuh Kursi
Perbedaan konsep semakin terlihat di dalam kabin.
Jetour memilih konfigurasi lima penumpang untuk T2 i-DM. Pengemudi dan penumpang mendapatkan layar sentuh 15,6 inci dengan dukungan chip Qualcomm Snapdragon 8155.
Selain layar utama tersebut, Jetour menghadirkan panel instrumen digital dan wireless charging. Sistem audio Sony dengan 12 speaker serta konektivitas smartphone juga melengkapi kebutuhan hiburan selama perjalanan.
Sementara itu, Chery memberikan dua kursi tambahan pada Tiggo 8 CSH AWD sehingga kapasitasnya mencapai tujuh orang.
Layar sentuh 15,6 inci menjadi pusat sistem hiburan. Pengguna juga memperoleh Apple CarPlay, Android Auto dan voice command.
Chery memberi perhatian lebih pada aspek kenyamanan. Kursi depan dan kursi baris kedua memiliki ventilasi. Bahkan, penumpang depan dapat menikmati Queen Seat yang menyediakan fungsi pijat.
Panoramic sunroof turut menjadi bagian dari kelengkapan kabin. Kombinasi tersebut memperkuat orientasi Tiggo 8 CSH AWD sebagai kendaraan yang menyasar kebutuhan perjalanan keluarga.
Keduanya Punya Kamera 540 Derajat
Persaingan menjadi lebih seimbang ketika membahas teknologi bantuan berkendara.
Kedua kendaraan sama-sama membawa kamera 540 derajat. Sistem tersebut membantu pengemudi memperoleh gambaran kondisi sekitar mobil, khususnya ketika melakukan manuver di tempat terbatas.
T2 i-DM menyediakan paket Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS. Beberapa teknologinya mencakup adaptive cruise control, lane keeping assist, automatic emergency braking dan blind spot detection.
Jetour turut menghadirkan Vehicle-to-Load atau V2L. Melalui fitur tersebut, pemilik dapat memanfaatkan energi baterai kendaraan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal. Fungsi semacam ini memberikan manfaat tambahan ketika pengguna melakukan aktivitas luar ruang.
Chery juga menyediakan berbagai fitur ADAS. Adaptive cruise control, automatic emergency braking dan blind spot detection termasuk dalam perangkat bantuan berkendaranya.
Selain itu, Tiggo 8 CSH AWD mempunyai AR-HUD untuk menampilkan informasi penting berkendara di area kaca depan. Fitur V2L pada mobil ini mampu menyalurkan daya hingga 3,3 kW.
Beda 0,1 kWh, Jarak Tempuh Tetap Berbeda
Menariknya, kapasitas baterai kedua mobil hampir sama.
Jetour menggunakan baterai LFP buatan CATL berkapasitas 18,4 kWh. Ketika baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, Jetour menyebut T2 i-DM sanggup mencapai jarak perjalanan gabungan lebih dari 1.200 km.
Jarak perjalanan menggunakan listrik sepenuhnya dapat berbeda karena standar pengujian dan spesifikasi tiap pasar tidak selalu sama.
Tiggo 8 CSH AWD membawa baterai 18,3 kWh atau hanya terpaut 0,1 kWh dari Jetour. Chery mencantumkan kemampuan perjalanan listrik hingga 90 km.
Untuk penggunaan mesin dan listrik secara kombinasi, klaim jarak tempuhnya mencapai 1.300 km.
Dengan demikian, kapasitas baterai yang sedikit lebih kecil tidak membuat klaim jangkauan kombinasi Chery berada di bawah Jetour. Sebaliknya, Tiggo 8 CSH AWD mencatat angka klaim lebih tinggi untuk perjalanan gabungan.
Pilih Karakter Petualang atau SUV Keluarga?
Melihat keseluruhan spesifikasinya, keputusan antara kedua kendaraan sebaiknya mengikuti kebutuhan calon pengguna, bukan hanya melihat teknologi PHEV yang mereka bawa.
Jetour T2 i-DM mempunyai keunggulan pada identitas desainnya. Bodinya yang mengotak, dimensi besar, ground clearance tinggi, pelek 20 inci, dan konfigurasi lima penumpang membentuk karakter kendaraan yang lebih dekat dengan gaya petualangan.
Chery Tiggo 8 CSH AWD mengambil arah berbeda. Pabrikan tersebut menggabungkan kapasitas tujuh penumpang dengan berbagai fitur kenyamanan serta sistem penggerak yang menghasilkan sekitar 494 PS dan torsi 640 Nm.
Faktor harga semakin memperjelas persaingan. Tiggo 8 CSH AWD berada di angka Rp 559,9 juta OTR Jakarta, sedangkan T2 i-DM mencapai Rp 688 juta OTR Jakarta.
Karena itu, konsumen yang membutuhkan tujuh tempat duduk, performa tinggi dan harga lebih rendah dapat memasukkan Tiggo 8 CSH AWD ke dalam daftar pertimbangan. Sebaliknya, T2 i-DM menawarkan alternatif bagi pembeli yang lebih mengutamakan tampilan kokoh, dimensi besar dan identitas SUV petualang.
Pada akhirnya, Jetour T2 i-DM vs Chery Tiggo 8 CSH AWD bukan sekadar pertarungan spesifikasi. Keduanya menawarkan interpretasi berbeda terhadap SUV PHEV: satu mengedepankan karakter adventure, sedangkan lainnya memadukan kebutuhan keluarga dengan performa tinggi.