Law Roach Dan Zendaya telah membangun kolaborasi mode yang membuat penampilan sang aktris di berbagai karpet merah dunia terus mencuri perhatian. Namun, di balik deretan busana ikonik tersebut, Law ternyata menyimpan pengalaman kurang menyenangkan dengan sejumlah rumah mode ternama yang pernah menolak memberikan pakaian kepada Zendaya pada awal kariernya.

Penata gaya Hollywood berusia 48 tahun itu menceritakan kembali perjalanan tersebut ketika hadir sebagai tamu dalam siniar You’d Be an Iconic Guest pada pertengahan Agustus 2026. Mengutip laporan People pada Selasa (25/8/2026), Law mengakui bahwa pengalaman masa lalu sempat memengaruhi keputusannya dalam memilih merek untuk penampilan Zendaya.

Law juga berbicara mengenai perubahan cara pandangnya setelah bertahun-tahun menjalani industri mode. Ia kini berusaha meninggalkan rasa kecewa yang dahulu begitu kuat, meski beberapa prinsip profesionalnya terkait Zendaya masih bertahan.

Law Roach Pernah Kecewa dengan Lima Rumah Mode Besar

Dalam perbincangan tersebut, pembawa acara Ziwe Fumudoh menyinggung keputusan Law yang selama ini menghindari Saint Laurent, Dior, Valentino, Chanel, dan Gucci untuk kebutuhan karpet merah Zendaya.

Kelima rumah mode tersebut memiliki tempat besar dalam industri fashion dunia. Namun, Law mengingat bahwa mereka pernah menolak permintaannya ketika ia baru mulai membangun citra mode Zendaya.

Law tidak menampik pengalaman tersebut. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa dirinya kini sudah memiliki pandangan berbeda terhadap rasa kecewa yang pernah muncul.

Menurut Law, seseorang mungkin membutuhkan sedikit dorongan dari pengalaman buruk untuk membuktikan kemampuan. Namun, menyimpan dendam terlalu lama justru memberikan pengaruh negatif. Karena alasan itu, ia memilih melepaskan sejumlah kekecewaan dari masa lalu.

Perubahan tersebut terlihat dari pilihannya sendiri. Law bahkan mengungkapkan bahwa ia mengenakan Saint Laurent ketika berbicara dalam siniar tersebut.

Penolakan Terjadi ketika Zendaya Masih Remaja

Meski Law telah mengubah sikap pribadinya, ia tetap menerapkan prinsip berbeda ketika menangani busana Zendaya. Pengalaman yang terjadi pada awal perjalanan mereka masih menjadi pertimbangan penting saat menentukan pakaian untuk acara karpet merah.

Law sebelumnya juga membahas kisah tersebut dalam siniar Cutting Room Floor pada Mei 2026. Saat Zendaya masih berusia belasan tahun dan belum mencapai popularitas seperti sekarang, Law mencoba menghubungi sejumlah rumah mode papan atas untuk mendapatkan busana.

Upayanya tidak selalu menghasilkan respons yang ia harapkan. Beberapa pihak meminta Law mencoba kembali pada tahun berikutnya. Ada pula yang menilai Zendaya masih terlalu baru dalam industri hiburan atau belum masuk agenda mereka.

Law mengingat berbagai jawaban tersebut dengan jelas. Ia bahkan mengaku masih menyimpan bukti komunikasi yang menunjukkan penolakan dari sejumlah merek tersebut.

Pengalaman itu kemudian membentuk pendekatannya dalam membangun identitas fashion Zendaya. Alih-alih bergantung kepada nama-nama besar yang menolak mereka pada awal perjalanan, Law mencari pilihan lain dan menciptakan karakter busana yang kuat untuk sang aktris.

Law Roach dan Zendaya

Zendaya tampil memukau dengan gaun vintage John Galliano 1997. Detail jaring laba-laba di punggungnya sukses mencuri perhatian.

Zendaya Tetap Bisa Memakai Brand Tersebut untuk Pemotretan

Law membedakan kebutuhan editorial dengan penampilan publik. Zendaya memang pernah mengenakan koleksi dari beberapa rumah mode tersebut ketika menjalani pemotretan majalah. Namun, Law tidak menjadikannya pilihan utama untuk karpet merah.

Ia memberikan Valentino sebagai salah satu contoh. Menurut Law, Zendaya baru tampil di depan publik dengan busana Valentino setelah sang aktris memiliki kontrak dengan merek tersebut.

Keputusan itu memperlihatkan bahwa Law memandang penampilan karpet merah sebagai bagian penting dari perjalanan dan identitas profesional Zendaya. Ia tidak sekadar mencari gaun mewah, tetapi juga mempertimbangkan cerita di balik hubungan antara kliennya dengan sebuah rumah mode.

Gaya Tematik Menjadi Ciri Khas Zendaya

Kolaborasi Law Roach dan Zendaya kemudian berkembang menjadi salah satu kemitraan fashion selebritas yang menarik perhatian publik. Mereka kerap menghubungkan busana dengan tema film yang sedang Zendaya promosikan.

Pendekatan tersebut membuat penampilan Zendaya memiliki cerita yang selaras dengan proyeknya. Busana tidak hanya berfungsi sebagai pakaian untuk menghadiri premier, tetapi ikut membangun atmosfer promosi film.

Untuk film The Drama, misalnya, mereka menghadirkan tampilan putih yang membawa nuansa pengantin. Sementara dalam promosi Spider-Man: Brand New Day, keduanya mengeksplorasi detail yang mengingatkan pada jaring laba-laba.

Mereka kembali membawa konsep berbeda untuk The Odyssey. Law mengarahkan gaya Zendaya menuju tampilan elegan dengan inspirasi yang membangkitkan citra dewi dari masa kuno.

Eksperimen tersebut memperkuat posisi Zendaya sebagai salah satu figur yang kerap menarik perhatian dalam berbagai agenda fashion. Mulai dari Met Gala, premier film, acara penghargaan, hingga gaya kasual, pilihan busananya terus menjadi bahan pembicaraan.

Hubungan Law Roach dan Zendaya Lebih dari Sekadar Pekerjaan

Kesuksesan mereka dalam menciptakan berbagai penampilan ikonik juga berakar dari hubungan yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Law tidak memandang Zendaya hanya sebagai klien yang membutuhkan bantuan dalam memilih pakaian.

Ia menggambarkan hubungan mereka sebagai ikatan yang sangat dekat. Dalam berbagai situasi, Zendaya dapat berperan sebagai sahabat, penasihat, bahkan seseorang yang berbeda pendapat dengannya.

Law juga melihat Zendaya seperti seorang adik yang memiliki tempat penting dalam kehidupannya. Kedekatan tersebut memungkinkan keduanya berdiskusi, berdebat, serta mengeksplorasi berbagai konsep fashion secara terbuka.

Perjalanan panjang Law Roach dan Zendaya menunjukkan bahwa gaya karpet merah tidak hanya lahir dari pakaian mahal atau label terkenal. Pengalaman menghadapi penolakan, keberanian mengeksplorasi ide baru, serta hubungan kreatif yang kuat ikut membentuk identitas fashion Zendaya hingga menjadi salah satu yang paling diperhatikan di dunia hiburan.