Teror Tetangga Di Depok menjadi perhatian publik setelah dugaan intimidasi yang di alami keluarga Azis Suraji di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial. Kepolisian kini menangani laporan tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk keluarga terlapor. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan informasi bahwa pria berinisial IN di duga memiliki emosi yang mudah meledak ketika menghadapi situasi yang memicu kemarahannya. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar penyidik untuk menjadwalkan pemeriksaan psikologi guna mendukung proses penyelidikan secara menyeluruh.
Langkah tersebut di lakukan agar aparat memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi kejiwaan terlapor. Selain itu, penyidik juga terus mendalami dugaan intimidasi, ancaman, dan perusakan yang di laporkan keluarga korban. Kasus ini semakin mendapat sorotan karena keluarga korban mengaku mengalami gangguan secara berulang selama beberapa tahun terakhir.
Polisi Dalami Kondisi Psikologis Terlapor
Kepolisian menyatakan telah meminta keterangan dari orang tua IN sebagai bagian dari proses penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan itu, keluarga terlapor mengungkapkan bahwa IN terkadang menunjukkan emosi yang sulit di kendalikan ketika merasa tersinggung atau marah.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan, menjelaskan bahwa informasi tersebut berasal langsung dari pengakuan orang tua terlapor. Menurutnya, keluarga juga mengakui bahwa IN beberapa kali melontarkan makian maupun membuat keributan di lingkungan sekitar ketika emosinya memuncak.
Atas dasar temuan awal tersebut, penyidik memutuskan untuk menjadwalkan pemeriksaan psikologi terhadap IN di Rumah Sakit Polri. Pemeriksaan itu di harapkan dapat memberikan informasi tambahan yang di butuhkan dalam proses hukum sekaligus membantu penyidik memahami kondisi terlapor secara lebih komprehensif.
Di sisi lain, polisi tetap melanjutkan penyelidikan terhadap seluruh laporan yang telah di sampaikan korban. Aparat akan memeriksa bukti, saksi, serta berbagai keterangan lain sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Video CCTV Viral Ungkap Dugaan Aksi Teror
Kasus ini mulai menarik perhatian luas setelah sebuah video rekaman kamera pengawas beredar di media sosial. Rekaman yang di unggah oleh akun Instagram milik keluarga korban memperlihatkan seorang pria yang di duga sebagai tetangga korban berjalan mondar-mandir di depan rumah.
Tidak lama kemudian, pria tersebut terlihat melempar sebuah helm ke arah rumah keluarga Azis Suraji. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi segera menghampiri dan berusaha menghentikan tindakan tersebut agar situasi tidak semakin memanas.
Video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet meminta aparat segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adil.
Keluarga korban menjelaskan bahwa insiden pelemparan helm bukanlah satu-satunya tindakan yang mereka alami. Mereka mengaku sudah lama menghadapi berbagai bentuk intimidasi yang di duga di lakukan oleh tetangga mereka.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diunggah akun instagram @ashy.faaa, memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan tetangga korban menendang pagar dan melempar benda ke arah rumah korban di kawasan Pancoran Mas, Depok.
Keluarga Korban Mengaku Mengalami Intimidasi Sejak 2022
Menurut keterangan keluarga Azis Suraji, berbagai gangguan mulai terjadi sejak tahun 2022. Mereka mengaku sering menerima makian, ancaman, hingga tindakan perusakan terhadap rumah maupun properti milik keluarga.
Novita, putri Azis Suraji, menceritakan bahwa persoalan tersebut berawal dari sebuah kesalahpahaman. Saat itu, suaminya yang merupakan warga negara asing sedang bercanda dengan anak mereka yang masih kecil agar berhenti menangis. Ibunya kemudian ikut tertawa sambil mengucapkan kalimat yang ternyata di dengar oleh tetangga mereka.
Tetangga tersebut di duga mengira ucapan itu di tujukan kepadanya sehingga merasa tersinggung. Kesalahpahaman itulah yang kemudian memicu pertengkaran antara kedua belah pihak.
Setelah insiden tersebut, tetangga korban di sebut mulai melontarkan kata-kata kasar kepada keluarga Azis Suraji. Perselisihan itu sempat di bahas dalam proses mediasi yang melibatkan pengurus RT dan RW setempat.
Meski demikian, Novita mengatakan bahwa mediasi tersebut tidak menghentikan persoalan. Ia menyebut dugaan intimidasi kembali terjadi setelah beberapa waktu berlalu.
Dugaan Intimidasi Berlanjut hingga Perusakan Rumah
Novita mengungkapkan bahwa keluarganya masih sering menerima perlakuan tidak menyenangkan ketika berpapasan dengan terduga pelaku. Ia menyebut pria tersebut kerap mengamati rumah mereka sebelum melontarkan makian kepada anggota keluarga yang terlihat berada di sekitar rumah.
Selain intimidasi secara verbal, keluarga korban juga mengaku mengalami beberapa aksi perusakan. Salah satu kejadian yang paling mereka ingat terjadi pada 2024 saat sebagian besar anggota keluarga sedang berada di luar kota.
Ketika itu, hanya kakak Novita yang berada di rumah dalam kondisi kurang sehat. Menurut keterangannya, rumah mereka mengalami kerusakan, termasuk pada bagian pagar. Kakaknya juga di sebut mengalami luka akibat insiden tersebut.
Serangkaian peristiwa itu membuat keluarga korban akhirnya melaporkan dugaan teror kepada pihak kepolisian. Mereka berharap proses hukum dapat memberikan kepastian sekaligus menciptakan rasa aman bagi seluruh anggota keluarga.
Sementara itu, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Penyidik akan mengumpulkan seluruh bukti, memeriksa para saksi, serta menunggu hasil pemeriksaan psikologi terhadap terlapor sebelum mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.