Iwak Wader Sambel Colek menjadi salah satu kuliner khas Trowulan, Mojokerto, yang menyimpan cerita panjang dari masa Kerajaan Majapahit. Hidangan sederhana berbahan ikan kecil ini masih bertahan hingga sekarang. Masyarakat sekitar terus menjaga cita rasanya sekaligus mengenalkannya kepada wisatawan yang datang ke kawasan bersejarah tersebut.

Trowulan memang terkenal sebagai kawasan yang menyimpan banyak peninggalan Majapahit. Namun, wisatawan tidak hanya bisa menemukan situs arkeologi dan bangunan bersejarah. Daerah ini juga memiliki warisan kuliner yang menarik untuk dicicipi.

Salah satunya ialah Iwak Wader Sambel Colek. Menu tersebut memadukan ikan wader goreng yang renyah dengan sambal segar bercita rasa pedas. Masyarakat biasanya menyajikannya bersama nasi hangat dan lalapan.

Cerita yang berkembang di tengah masyarakat bahkan menghubungkan kuliner tersebut dengan kehidupan pada masa Majapahit. Karena itu, menikmati seporsi wader di Trowulan menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar menyantap lauk ikan.

Jejak Iwak Wader Sambel Colek dari Masa Majapahit

Masyarakat Trowulan telah mengenal ikan wader sebagai bahan makanan sejak lama. Cak Mat, salah satu penjual di sekitar Kolam Segaran, menyebut masyarakat sudah mengenal ikan tersebut sejak masa Majapahit.

Kolam Segaran menjadi bagian penting dari cerita kuliner ini. Kolam kuno peninggalan Majapahit tersebut berada di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Cerita turun-temurun menyebut warga pada masa lalu menangkap ikan wader yang hidup di Kolam Segaran dan aliran sungai di sekitarnya. Mereka kemudian mengolah ikan berukuran kecil tersebut menjadi lauk.

Kisah lokal juga mengaitkan hidangan wader dengan lingkungan kerajaan. Menurut cerita yang berkembang, para abdi kerajaan mengambil ikan kecil dari Kolam Segaran untuk menyiapkan makanan bagi keluarga kerajaan.

Kebiasaan tersebut membuat olahan wader memiliki posisi menarik dalam cerita kuliner masyarakat Trowulan. Menu berbahan sederhana itu konon pernah hadir sebagai salah satu hidangan pada lingkungan kerajaan.

Masyarakat sekitar kemudian meneruskan cara mengolah ikan wader dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hingga sekarang, wisatawan masih dapat menemukan banyak warung yang menawarkan menu tersebut di sekitar Kolam Segaran.

Iwak Wader Sambel Colek

Kuliner khas Mojokerto, sambal wader tersaji di sebuah warung di Mojokerto, Jawa Timur.

Sambal Segar Menjadi Kunci Cita Rasa

Kelezatan Iwak Wader Sambel Colek tidak hanya bergantung pada ikan yang renyah. Sambal segar menjadi bagian penting yang membentuk karakter hidangan khas Trowulan tersebut.

Penjual biasanya meracik sambal setelah pelanggan memesan makanan. Cara ini menjaga kesegaran bahan sekaligus menghasilkan rasa pedas yang lebih kuat.

Racikannya menggunakan bahan sederhana seperti cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, dan jeruk nipis. Penjual menumbuk seluruh bahan dalam kondisi segar tanpa menggorengnya terlebih dahulu.

Teknik tersebut menghasilkan sambal mentah dengan rasa pedas, segar, dan sedikit asam. Karakter sambal kemudian berpadu dengan tekstur ikan wader yang kering dan garing.

Ukuran ikan wader yang relatif kecil juga memberikan sensasi tersendiri. Setelah menggorengnya hingga renyah, penjual menaruh ikan di atas sambal dalam cobek atau piring tanah berukuran kecil.

Mereka biasanya menambahkan irisan mentimun, daun kemangi, dan kubis sebagai lalapan. Kombinasi tersebut menciptakan hidangan sederhana dengan perpaduan rasa pedas, segar, gurih, dan renyah.

Kuliner Khas di Sekitar Kolam Segaran

Warung-warung sekitar Kolam Segaran masih mempertahankan Iwak Wader Sambel Colek sebagai salah satu menu andalan. Kehadiran warung tersebut ikut memperkuat identitas Trowulan sebagai kawasan wisata sejarah sekaligus wisata kuliner.

Menurut cerita setempat, sebagian ikan yang menjadi bahan hidangan berasal dari perairan sekitar Segaran. Masyarakat mengolah ikan kecil tersebut dengan cara mengeringkannya terlebih dahulu. Setelah itu, mereka menggoreng ikan hingga menghasilkan tekstur yang garing.

Wisatawan juga dapat menemukan berbagai lauk tradisional lain ketika berkunjung ke warung sekitar Trowulan. Beberapa pilihan yang umum antara lain botok lele, botok sembukan, botok tahu tempe, botok jerohan, pepes patin, hingga pepes belut.

Beragam pilihan tersebut membuat pengalaman kuliner di Trowulan semakin lengkap. Pengunjung dapat mengenal cita rasa lokal sambil mempelajari jejak sejarah kawasan yang pernah menjadi pusat penting Majapahit.

Menjaga Warisan Kuliner Sekaligus Menggerakkan Ekonomi

Keberadaan Iwak Wader Sambel Colek memiliki arti lebih luas bagi masyarakat Trowulan. Kuliner tersebut tidak hanya mempertahankan tradisi lokal, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi warga sekitar kawasan wisata.

Warung makan memperoleh peluang usaha dari wisatawan yang mengunjungi situs-situs peninggalan Majapahit. Pada saat yang sama, kuliner khas dapat memperkaya daya tarik pariwisata Mojokerto.

Pengunjung yang datang ke Trowulan bisa menikmati dua pengalaman sekaligus. Mereka dapat menjelajahi situs arkeologi, candi, serta peninggalan Majapahit, kemudian melanjutkan perjalanan dengan mencicipi makanan khas masyarakat setempat.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjaga sejarah melalui berbagai cara. Selain merawat bangunan dan benda peninggalan masa lalu, mereka juga mempertahankan resep serta kebiasaan makan yang telah melewati banyak generasi.

Iwak Wader Sambel Colek akhirnya menjadi lebih dari sekadar lauk ikan dan sambal. Hidangan ini menghadirkan hubungan antara kuliner, kehidupan masyarakat, dan cerita panjang Trowulan sebagai kawasan bersejarah.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Trowulan, mencicipi wader sambal colek dapat melengkapi perjalanan menjelajahi jejak Majapahit. Rasa pedas sambal segar dan kerenyahan ikan wader sekaligus memperkenalkan salah satu identitas kuliner yang terus masyarakat Mojokerto jaga hingga sekarang.