Amerika Serikat (AS) – membatalkan rencana pengerahan sekitar 4.000 tentara ke Polandia. Keputusan itu muncul ketika hubungan Washington dan sejumlah negara Eropa mengalami ketegangan. Situasi tersebut berkaitan dengan perang Iran serta pembahasan masa depan NATO.
Army Times pertama kali melaporkan informasi tersebut dengan mengutip NBC News pada Minggu, 17 Mei 2026. Namun, Pentagon belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait pembatalan itu. Selain itu, juru bicara Pentagon juga menolak memberikan komentar kepada media.
Keputusan tersebut langsung menarik perhatian dunia internasional. Polandia selama ini memegang peran penting dalam strategi pertahanan Amerika Serikat di Eropa Timur. Negara tersebut juga aktif memperkuat NATO setelah konflik Rusia dan Ukraina meningkat sejak tahun 2022.
Penataan Ulang Pasukan AS di Eropa
Seorang pejabat Amerika Serikat menjelaskan kepada Reuters bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan penataan ulang kekuatan militer AS di Eropa. Pejabat itu menyampaikan informasi secara anonim kepada media.
Washington mengambil langkah tersebut sebagai solusi sementara sebelum melanjutkan pengurangan pasukan di Jerman. Sebelumnya, pemerintah AS telah mengumumkan rencana pengurangan sekitar 5.000 tentara dari negara tersebut.
Saat ini, sekitar 35.000 tentara Amerika masih berada di Jerman sebagai bagian dari kerja sama pertahanan NATO. Selain itu, pemerintah AS kemungkinan akan memindahkan pasukan yang sebelumnya dijadwalkan bertugas di Polandia ke wilayah lain.
Dengan demikian, perubahan tersebut lebih berkaitan dengan kebutuhan logistik dan strategi pertahanan baru. Pemerintah AS juga belum menunjukkan rencana penarikan total pasukan dari kawasan Eropa.

Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz
Polandia Pastikan Keamanan Nasional Tetap Stabil
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, memastikan keputusan tersebut tidak mengganggu keamanan negaranya. Ia menyampaikan pernyataan itu setelah muncul kabar pembatalan pengerahan pasukan AS.
Dalam konferensi pers, Tusk mengatakan pemerintah Polandia telah menerima jaminan dari Amerika Serikat. Menurutnya, keputusan tersebut hanya berkaitan dengan kebutuhan logistik militer.
Selain itu, Tusk menegaskan kebijakan tersebut tidak memengaruhi kemampuan pertahanan Polandia. Pernyataan itu penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah kondisi geopolitik yang sensitif.
Polandia juga menjadi salah satu anggota NATO yang aktif memperkuat sistem pertahanan kawasan. Letak geografis negara tersebut yang dekat dengan wilayah konflik Rusia dan Ukraina membuat Polandia memiliki posisi strategis di Eropa.
Donald Trump Dorong NATO Tingkatkan Kontribusi Pertahanan
Pemerintahan Presiden Donald Trump sedang meninjau ulang keberadaan militer AS di Eropa. Trump selama ini meminta negara-negara NATO meningkatkan kontribusi terhadap pembiayaan dan pertahanan kawasan.
Menurut Washington, beberapa negara Eropa terlalu bergantung pada perlindungan militer Amerika Serikat. Karena itu, pemerintah AS terus mendorong sekutunya untuk memperkuat kemampuan pertahanan domestik.
Selain masalah pendanaan, ketegangan juga meningkat akibat perang Iran. Beberapa negara Eropa tidak mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Situasi tersebut memicu perbedaan pandangan antara Washington dan sejumlah pemimpin Eropa. Akibatnya, hubungan diplomatik antarnegara menjadi semakin sensitif.
Hubungan AS dan Jerman Memanas
Media juga melaporkan adanya perselisihan antara Presiden Trump dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Perselisihan tersebut berkaitan dengan sikap Jerman terhadap konflik Iran.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan hubungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa sedang menghadapi tantangan serius. Selain itu, pembahasan mengenai pembagian tanggung jawab NATO juga menjadi sumber perdebatan.
Di sisi lain, beberapa anggota Kongres AS mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait pembatalan pengerahan pasukan ke Polandia.
Senator Partai Demokrat, Jeanne Shaheen, mengatakan keputusan tersebut mengejutkan Kongres AS. Menurut Shaheen, pemerintah seharusnya memberikan informasi lebih awal mengenai perubahan kebijakan militer tersebut.
Tekanan terhadap Negara Eropa Semakin Meningkat
Amerika Serikat terus menekan negara-negara Eropa agar meningkatkan anggaran pertahanan mereka. Washington menilai sebagian anggota NATO masih terlalu bergantung pada kekuatan militer AS.
Selain itu, Reuters sebelumnya melaporkan email internal Pentagon yang membahas kemungkinan sanksi terhadap sekutu NATO yang tidak mendukung operasi AS dalam perang Iran.
Beberapa pejabat bahkan membahas opsi peninjauan posisi negara tertentu di NATO. Situasi tersebut menunjukkan adanya tekanan politik di dalam aliansi pertahanan tersebut.
Meski demikian, NATO masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga sistem keamanan kawasan Eropa.
Jumlah Tentara AS di Eropa Masih Tinggi
Pada akhir tahun lalu, jumlah tentara AS di Eropa mencapai sekitar 85.000 personel. Namun, aturan dalam National Defense Authorization Act (NDAA) membatasi pengurangan jumlah pasukan.
Aturan tersebut melarang pemerintah AS menurunkan jumlah tentara di bawah 76.000 personel tanpa konsultasi dengan sekutu NATO.
Selain itu, pemerintah AS juga wajib melakukan kajian dampak keamanan sebelum mengambil keputusan besar terkait pengurangan pasukan. Pemerintah menerapkan aturan tersebut untuk menjaga stabilitas kawasan Eropa dan mengantisipasi ancaman Rusia.
Kesimpulan
Pembatalan pengiriman 4.000 tentara AS ke Polandia menunjukkan adanya perubahan strategi militer Washington di Eropa. Selain berkaitan dengan penataan ulang pasukan, keputusan tersebut juga dipengaruhi dinamika hubungan AS dan NATO.
Meskipun pemerintah Polandia memastikan kondisi keamanan tetap stabil, banyak negara tetap memperhatikan kebijakan tersebut dalam geopolitik internasional. Di sisi lain, Amerika Serikat terus mendorong negara-negara Eropa untuk memperkuat kemampuan pertahanan mereka sendiri.