BYD Atto – Produsen otomotif asal China, BYD, kembali memperkenalkan inovasi terbaru melalui peluncuran BYD Seagull generasi baru di pasar domestik. Kendaraan listrik tersebut juga menggunakan nama BYD Atto 1 di Indonesia.

Peluncuran model terbaru ini menarik perhatian industri otomotif karena menghadirkan sejumlah pembaruan teknologi. Selain membawa perubahan pada desain dan kenyamanan, BYD juga menyematkan teknologi otonom berbasis LiDAR pada mobil listrik berukuran mini.

Media otomotif China, CNEV Post, melaporkan bahwa BYD Seagull menjadi salah satu mobil listrik kompak pertama yang memakai teknologi LiDAR sebagai bagian dari sistem bantuan pengemudi canggih. Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan langkah besar BYD dalam memperluas penggunaan fitur semiotonom pada kendaraan dengan harga lebih terjangkau.

Teknologi LiDAR Hadir pada Mobil Listrik Mini

Teknologi LiDAR menjadi salah satu pembaruan utama pada BYD Seagull versi terbaru. Sistem tersebut membantu kendaraan mendeteksi lingkungan sekitar secara lebih akurat melalui sensor berbasis laser.

Dengan dukungan perangkat LiDAR, BYD menghadirkan fitur DiPilot 300 atau yang juga dikenal sebagai God’s Eye B. Teknologi ini menawarkan kemampuan navigasi semiotonom yang lebih canggih di bandingkan model sebelumnya.

Selain itu, kendaraan dapat menjalankan fitur City Navigation on Autopilot atau CNOA. Sistem tersebut membantu pengemudi saat berkendara di area perkotaan dan membaca kondisi jalan secara otomatis.

Mobil ini juga mampu mengenali lampu lalu lintas secara otomatis. Bahkan, sistem dapat membaca hitungan mundur lampu lalu lintas dan menyesuaikan pergerakan kendaraan sesuai kondisi jalan.

BYD mengklaim teknologi tersebut mampu menghadapi berbagai situasi jalan yang kompleks. Kendaraan dapat bermanuver lebih stabil ketika melewati bundaran, jalan memutar, maupun kepadatan lalu lintas perkotaan.

Tampilan BYD Atto 1 terbaru dengan desain modern

BYD Seagull/Atto 1 2026.

Harga BYD Seagull dan Paket Teknologi Tambahan

BYD memasarkan Seagull terbaru di China dengan harga mulai dari 69.900 yuan hingga 85.900 yuan. Jika dikonversikan ke rupiah, harga tersebut berada di kisaran Rp 180 jutaan hingga Rp 221 jutaan.

Selain varian standar, konsumen juga dapat memilih paket tambahan berupa sistem bantuan pengemudi God’s Eye B yang dilengkapi LiDAR. Namun, BYD hanya menyediakan fitur tersebut untuk varian Freedom Edition 305 km dan Flying Edition 405 km.

Penambahan teknologi LiDAR membuat harga kendaraan meningkat cukup signifikan. Freedom Edition dengan paket LiDAR dijual sekitar 90.900 yuan atau setara Rp 234 jutaan. Sementara itu, Flying Edition dengan fitur serupa memiliki harga sekitar 97.900 yuan atau sekitar Rp 252 jutaan.

Melalui strategi tersebut, BYD mencoba menghadirkan teknologi kendaraan semiotonom ke segmen mobil listrik yang lebih luas. Langkah ini juga menunjukkan persaingan industri otomotif listrik China berkembang semakin pesat.

Pilihan Baterai dan Performa Kendaraan

BYD Seagull terbaru menawarkan dua pilihan kapasitas baterai. Varian pertama menggunakan baterai berkapasitas 30,08 kWh, sedangkan varian kedua memakai baterai 38,88 kWh.

Kedua baterai tersebut menawarkan jarak tempuh berbeda. Paket baterai pertama mampu menempuh perjalanan hingga 305 kilometer. Sementara itu, versi baterai lebih besar dapat mencapai 405 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Selain efisiensi baterai, BYD juga mempertahankan performa motor listrik yang cukup kompetitif untuk kendaraan perkotaan. Mobil ini memakai motor listrik dengan tenaga maksimum 55 kW.

Performa tersebut memungkinkan kendaraan berakselerasi dari 0 hingga 50 kilometer per jam hanya dalam waktu 4,9 detik. Angka tersebut cukup baik untuk mobil listrik berukuran kompak yang dirancang sebagai kendaraan harian.

Dimensi BYD Seagull 2026

Secara ukuran, BYD Seagull 2026 tetap mempertahankan dimensi kompak yang cocok untuk penggunaan di perkotaan. Kendaraan ini memiliki panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, dan tinggi 1.540 mm.

Selain itu, mobil tersebut mempunyai jarak sumbu roda sepanjang 2.500 mm. Dimensi tersebut memberikan ruang kabin yang cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari meskipun berada pada segmen kendaraan kecil.

Ukuran yang ringkas juga membantu pengemudi bermanuver di jalan sempit dan area parkir perkotaan yang padat.

Interior Lebih Modern dan Nyaman

BYD juga menghadirkan sejumlah pembaruan pada bagian interior Seagull terbaru. Salah satu perubahan paling terlihat adalah hadirnya pilihan warna krem baru pada kabin kendaraan.

Selain itu, BYD meningkatkan ukuran layar konsol tengah floating menjadi 12,8 inci. Tampilan layar tersebut memberikan kesan modern sekaligus memudahkan pengemudi mengakses berbagai fitur kendaraan.

Fitur kenyamanan lain juga mengalami peningkatan. Mobil kini mendukung pengisian daya ponsel nirkabel 50W sehingga penggunaan perangkat elektronik menjadi lebih praktis.

Tidak hanya itu, BYD juga menambahkan sistem pendingin udara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Persaingan Mobil Listrik Semakin Ketat

Peluncuran BYD Seagull terbaru menunjukkan perkembangan teknologi mobil listrik di China berlangsung sangat cepat. Produsen otomotif kini tidak hanya bersaing pada harga dan efisiensi baterai, tetapi juga menghadirkan teknologi semiotonom yang semakin canggih.

Kehadiran teknologi LiDAR pada kendaraan listrik mini menjadi langkah penting dalam industri otomotif modern. Sebab, produsen sebelumnya lebih banyak memakai fitur tersebut pada mobil listrik premium dengan harga jauh lebih mahal.

Melalui strategi tersebut, BYD berupaya memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik global. Selain itu, perusahaan juga ingin menghadirkan teknologi modern yang dapat dijangkau lebih banyak konsumen.

Kesimpulan

BYD Seagull terbaru hadir dengan berbagai pembaruan teknologi yang membuatnya semakin kompetitif di pasar mobil listrik. Kehadiran sistem LiDAR dan fitur autopilot menjadi nilai tambah utama pada kendaraan ini.

Selain menawarkan teknologi semiotonom, mobil listrik tersebut juga membawa peningkatan pada sektor baterai, interior, dan fitur kenyamanan. Dengan harga yang relatif terjangkau, BYD Seagull berpotensi menjadi salah satu kendaraan listrik mini yang menarik perhatian konsumen di berbagai negara.