Gunungan Sampah – Permasalahan sampah di kawasan Jalan Air Baik, Kelurahan Paal Satu, Kabupaten Belitung kembali menarik perhatian publik. Tumpukan sampah yang terus menggunung di sekitar lokasi kontainer memunculkan keluhan masyarakat karena mengganggu kenyamanan lingkungan dan aktivitas pengguna jalan.

Persoalan tersebut kembali muncul dalam agenda reses anggota DPRD Kabupaten Belitung, Vina dan Yola, pada pertengahan Mei 2026. Warga meminta pemerintah segera menghadirkan solusi yang lebih efektif agar persoalan sampah tidak terus berulang.

Pantauan di lapangan menunjukkan timbulan sampah meluber hingga ke bahu jalan. Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat aroma tidak sedap dan pencemaran lingkungan.

Selain itu, tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan juga mengganggu pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

DLH Belitung Turun Langsung Tangani Penumpukan Sampah

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung melalui Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 langsung melakukan pengangkatan sampah menggunakan alat berat dan armada pengangkut.

Petugas mengangkut timbulan sampah yang terus bertambah untuk mengurangi penumpukan di sekitar lokasi kontainer. Langkah tersebut menjadi upaya rutin pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak yang lebih besar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Belitung, Johandi Agus Saputra, menjelaskan bahwa tingginya volume sampah di kawasan Jalan Air Baik dipicu banyaknya masyarakat dari berbagai wilayah yang membuang sampah di lokasi tersebut.

Menurut Johandi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan sarana dan prasarana, terutama kapasitas penampungan sampah. Ia menilai fasilitas yang tersedia saat ini belum mampu menampung volume sampah yang terus meningkat setiap hari.

Tumpukan sampah menggunung di Jalan Air Baik Paal Satu Belitung

Proses Pengangkatan timbulan sampah oleh DLH Belitung disekitar kontainer (20/5/2026).

Penambahan Kontainer Jadi Solusi Jangka Pendek

Johandi mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan dua unit kontainer sampah melalui anggaran perubahan daerah. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan usulan tersebut agar penumpukan sampah dapat berkurang.

Menurutnya, tambahan kontainer akan membantu memperbesar kapasitas penampungan sementara sebelum petugas melakukan pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Johandi juga menjelaskan bahwa petugas DLH hampir setiap tiga minggu sekali melakukan pengangkatan sampah di kawasan Jalan Air Baik. Namun, tingginya volume sampah membuat penumpukan terus kembali terjadi dalam waktu singkat.

Karena itu, ia berharap anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat ikut mengawal penambahan fasilitas penampungan sampah agar solusi jangka pendek dapat segera berjalan.

Selain penambahan kontainer, masyarakat juga berharap pemerintah memperbaiki jadwal pengangkutan sampah agar tidak terjadi keterlambatan yang menyebabkan sampah meluap hingga ke jalan.

Pengelolaan Sampah Butuh Sistem yang Lebih Terukur

Warga menilai pemerintah perlu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur dan konsisten. Selama ini, penanganan sampah sering dilakukan ketika timbulan sudah terlalu banyak dan mengganggu lingkungan sekitar.

Masyarakat berharap pemerintah mulai memperhatikan pengaturan ritase pengangkutan sampah, penambahan armada, dan peningkatan kapasitas tempat penampungan sementara.

Selain itu, warga juga meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempat dan waktu yang tepat. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Tanpa dukungan perilaku masyarakat yang disiplin, penambahan fasilitas saja dinilai belum cukup untuk mengatasi persoalan sampah dalam jangka panjang.

Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Jadi Kebutuhan Mendesak

Johandi menilai pemerintah perlu mengubah pola pengelolaan sampah agar lebih modern dan berkelanjutan. Selama ini, banyak daerah masih menggunakan pola lama berupa kumpul, angkut, dan buang.

Menurutnya, pemerintah kini perlu mengarahkan sistem pengelolaan menuju metode olah dan pilah sampah langsung dari sumbernya. Pendekatan tersebut akan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir.

Selain itu, pengolahan sampah sejak dari rumah tangga juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan memperpanjang usia penggunaan TPA.

Johandi menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Kolaborasi Jadi Kunci Mengatasi Persoalan Sampah

Persoalan sampah di Jalan Air Baik menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat agar program pengelolaan sampah berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Masyarakat juga perlu membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah agar volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan dapat berkurang. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Selain itu, sektor swasta dan komunitas lingkungan juga dapat berperan melalui program edukasi, pengelolaan sampah mandiri, hingga pengembangan sistem daur ulang.

Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Belitung memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari persoalan sampah yang terus berulang.