Suzuki S-Presso – menjadi salah satu SUV kompak yang menarik perhatian konsumen Indonesia. Mobil ini menawarkan desain unik, dimensi ringkas, dan efisiensi penggunaan yang cocok untuk aktivitas harian.
Selain memiliki tampilan yang berbeda dari city car pada umumnya, S-Presso juga menawarkan biaya operasional yang relatif rendah. Faktor tersebut membuat banyak konsumen melirik mobil ini sebagai kendaraan harian.
Saat membeli mobil, konsumen biasanya tidak hanya melihat harga jual. Mereka juga menghitung biaya pajak, servis berkala, dan konsumsi bahan bakar selama masa pemakaian.
Pengalaman salah satu pemilik Suzuki S-Presso tahun 2025 menunjukkan bahwa mobil ini masih cukup ramah terhadap pengeluaran pemiliknya.
Pajak Tahunan Suzuki S-Presso Masih Bersahabat
Pajak kendaraan menjadi salah satu biaya rutin yang harus dibayar setiap tahun oleh pemilik mobil.
Berdasarkan pengalaman pengguna Suzuki S-Presso, nilai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk unit tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,76 juta per tahun.
Angka tersebut tergolong kompetitif untuk kendaraan yang masuk kategori SUV kompak. Biaya pajak yang tidak terlalu besar membantu pemilik menghemat pengeluaran tahunan.
Beberapa faktor menentukan besaran pajak kendaraan. Pemerintah menghitung pajak berdasarkan nilai jual kendaraan, kapasitas mesin, dan aturan yang berlaku di masing-masing daerah.
Karena itu, nominal pajak bisa berbeda pada setiap wilayah. Meski begitu, banyak pengguna menilai pajak tahunan Suzuki S-Presso masih cukup terjangkau di bandingkan beberapa model lain di kelasnya.
Servis Berkala 10.000 Kilometer Tidak Menguras Kantong
Selain pajak, pemilik mobil juga perlu menyiapkan anggaran untuk perawatan berkala.
Pada jarak tempuh 10.000 kilometer, pemilik Suzuki S-Presso mengeluarkan biaya servis sekitar Rp1,08 juta di bengkel resmi.
Menariknya, Suzuki masih memberikan fasilitas oli mesin gratis pada periode servis tersebut. Program ini membantu pemilik mengurangi biaya perawatan kendaraan.
Teknisi bengkel melakukan sejumlah pekerjaan penting saat servis berlangsung. Mereka mengganti oli mesin, mengganti filter oli, memeriksa sistem AC, serta melakukan spooring dan balancing.
Selain itu, teknisi juga menambahkan fuel tank water cleaner untuk membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar.
Rangkaian perawatan tersebut bertujuan menjaga performa kendaraan agar tetap optimal saat digunakan setiap hari.

Tubagus Mansyur Amin, pengguna Suzuki S-Presso
Rincian Biaya Servis Suzuki S-Presso
Setiap komponen perawatan memiliki biaya yang berbeda.
Bengkel mengenakan biaya sekitar Rp250 ribu untuk spooring dan balancing. Perawatan sistem AC juga memerlukan biaya Rp250 ribu.
Untuk oli mesin, pemilik mobil membayar sekitar Rp336 ribu. Filter oli memiliki harga sekitar Rp43 ribu, sedangkan gasket oil drain plug bernilai sekitar Rp7 ribu.
Sementara itu, penggunaan fuel tank water cleaner menambah biaya sekitar Rp200 ribu.
Jika dijumlahkan, seluruh pekerjaan servis menghasilkan total biaya sekitar Rp1,08 juta. Angka tersebut masih cukup kompetitif untuk perawatan kendaraan modern di bengkel resmi.
Konsumsi BBM Menjadi Keunggulan Suzuki S-Presso
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu alasan utama konsumen memilih Suzuki S-Presso.
Menurut pengalaman pengguna, mobil ini mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 24 kilometer per liter. Catatan tersebut menunjukkan kemampuan efisiensi yang sangat baik untuk penggunaan harian.
Konsumsi BBM yang hemat membantu pemilik mengurangi pengeluaran operasional. Keunggulan ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.
Selain itu, efisiensi bahan bakar juga membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih ekonomis.
Karena alasan tersebut, banyak pengguna menilai S-Presso sebagai salah satu mobil paling hemat di kelasnya.
Perhitungan Biaya Bahan Bakar Hingga 10.000 Kilometer
Untuk menempuh jarak 10.000 kilometer, Suzuki S-Presso membutuhkan sekitar 417 liter bahan bakar jika mempertahankan konsumsi rata-rata 24 kilometer per liter.
Dengan asumsi harga Pertamax mencapai Rp12.300 per liter pada Juni 2026, pemilik mobil perlu mengeluarkan dana sekitar Rp5,12 juta untuk membeli bahan bakar.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa S-Presso mampu menjaga biaya operasional tetap rendah meski kendaraan digunakan secara rutin.
Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan harian, efisiensi bahan bakar seperti ini tentu memberikan keuntungan yang cukup besar dalam jangka panjang.
Total Biaya Kepemilikan Suzuki S-Presso
Jika menghitung seluruh komponen biaya, pemilik Suzuki S-Presso mengeluarkan dana sekitar Rp7,9 juta hingga jarak tempuh 10.000 kilometer.
Perhitungan tersebut mencakup biaya bahan bakar sekitar Rp5,12 juta, pajak tahunan Rp1,76 juta, dan biaya servis berkala sekitar Rp1,08 juta.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Suzuki S-Presso menawarkan biaya kepemilikan yang cukup ekonomis. Konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pajak maupun perawatan rutin.
Suzuki juga berhasil menghadirkan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien. Kombinasi tersebut menjadikan S-Presso sebagai pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari kendaraan praktis dan hemat biaya.
Bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi pengeluaran jangka panjang, Suzuki S-Presso layak masuk dalam daftar kendaraan yang patut dipertimbangkan. Mobil ini tidak hanya menawarkan desain unik, tetapi juga memberikan keuntungan dari sisi biaya operasional yang tetap bersahabat.