Seniman Ciamis Bingkai – Suasana Gedung Kesenian di Ciamis berubah lebih hidup ketika Komunitas Seni Lukis Galuh (SLUG) menggelar pameran seni rupa bertajuk Saujana Kala. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai karya lukisan yang mengangkat tema budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat Tatar Galuh.

Pameran berlangsung selama dua hari dengan tema “Membingkai Kemarin, Mewarnai Hari Esok”. Para seniman menampilkan karya visual yang menggambarkan perjalanan budaya lokal melalui berbagai pendekatan artistik.

Puluhan karya seni menghiasi setiap sudut ruangan dan menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Para seniman, pelajar, budayawan, hingga masyarakat umum datang untuk menikmati suasana pameran seni yang penuh warna.

Melalui kegiatan ini, komunitas seniman ingin menghidupkan kembali nilai sejarah dan budaya daerah lewat karya visual yang lebih dekat dengan generasi muda.

Lukisan Angkat Budaya dan Sejarah Lokal

Para pelukis menghadirkan berbagai tema budaya lokal dalam karya mereka. Sejumlah lukisan menampilkan situs sejarah, tradisi masyarakat, hingga simbol budaya yang mulai jarang dikenal generasi muda.

Melalui perpaduan warna dan ilustrasi visual, para seniman mengenalkan kembali identitas budaya Ciamis kepada masyarakat luas. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa seni rupa mampu menjadi media pelestarian budaya yang efektif.

Ketua panitia pameran, Irfan Setia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni rupa.

Menurut Irfan, pameran ini tidak hanya menjadi tempat memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarseniman dan sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Ia menilai seni lukis memiliki peran besar dalam menjaga identitas daerah. Karena itu, komunitas seni di Ciamis terus menghadirkan karya yang mengangkat budaya lokal agar masyarakat tetap mengenalnya di tengah perkembangan zaman.

Pameran seni rupa Saujana Kala di Gedung Kesenian Ciamis

Foto: Dadang Hermansyah.

Seniman Lokal Tampilkan Karya Kreatif

Pameran Saujana Kala menghadirkan karya dari sejumlah seniman lokal yang aktif di dunia seni rupa Ciamis. Beberapa nama yang ikut meramaikan kegiatan tersebut antara lain Acep Zamzam Noor, Deni Suluh, Dodi Sutardi, Eded Harto, Farid Yudiatmoko, Gilang Gigiw, hingga Yully ISBTK.

Setiap seniman menghadirkan karakter visual yang berbeda sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai gaya seni dalam satu ruang pameran.

Selain menampilkan lukisan, panitia juga mengadakan kegiatan menggambar bersama yang melibatkan pelajar mulai tingkat TK hingga SMA. Kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian peserta yang ingin mengenal seni rupa lebih dekat.

Panitia juga menggelar diskusi budaya bertema “Kebangkitan Gambar, Menggambar Kebangkitan”. Diskusi tersebut menghadirkan ruang dialog antara seniman, budayawan, dan masyarakat mengenai perkembangan seni rupa di daerah.

Pemerintah Daerah Dukung Kreativitas Seniman

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana, mengapresiasi kolaborasi para seniman dan budayawan dalam menghadirkan ruang kreatif bagi masyarakat.

Menurut Dian, kegiatan seperti Saujana Kala membuktikan bahwa para seniman di Ciamis mampu menciptakan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengangkat budaya dan warisan leluhur daerah.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendukung ruang ekspresi bagi para seniman melalui berbagai fasilitas dan kegiatan publik.

Dian melihat antusiasme pelajar dalam kegiatan tersebut sebagai tanda positif bagi perkembangan seni rupa di Ciamis. Ia merasa senang karena semakin banyak generasi muda mulai tertarik menekuni dunia seni.

Selain itu, Dian juga menyoroti meningkatnya keterlibatan perempuan muda dalam dunia seni rupa. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa dunia seni semakin terbuka bagi siapa saja yang ingin berkarya.

Seni Rupa Berpotensi Dorong Ekonomi Kreatif

Selain memiliki nilai budaya, karya seni rupa juga berpotensi membantu perkembangan ekonomi kreatif masyarakat. Dian menilai karya bertema budaya lokal dapat berkembang menjadi produk kreatif seperti kaos, tas, gelas, dan berbagai cenderamata khas daerah.

Melalui pengembangan produk kreatif tersebut, masyarakat dapat memperkenalkan budaya Ciamis kepada wisatawan sekaligus membantu meningkatkan pendapatan para seniman lokal.

Pemerintah Kabupaten Ciamis juga berencana terus mendorong kolaborasi seni dan budaya dalam berbagai agenda daerah. Salah satu program yang akan berjalan yaitu kerja sama kegiatan budaya bersama Dinas Pariwisata di kawasan Karangkamulyan pada pertengahan tahun nanti.

Dengan dukungan komunitas seni, pemerintah daerah, dan antusiasme masyarakat, perkembangan seni rupa di Ciamis diperkirakan akan terus tumbuh. Pameran Saujana Kala menjadi bukti bahwa seni mampu menjaga budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi daerah.