Kulit Olive Bukan Undertone dalam analisis personal color, meskipun istilah “olive undertone” cukup sering muncul ketika orang membicarakan warna kulit. Nuansa kehijauan yang terlihat pada kulit memang dapat menunjukkan karakter olive. Namun, tampilan tersebut tidak secara otomatis menentukan warna dasar kulit seseorang.

Kesalahpahaman mengenai istilah ini dapat membuat seseorang kesulitan mengenali personal color. Pasalnya, analisis warna tidak hanya memperhatikan apa yang terlihat pada permukaan kulit. Analisis tersebut juga mempertimbangkan undertone yang mengarah pada kategori warm, cool, atau neutral.

Konsultan analisis warna sekaligus pemilik jasa konsultasi personal color Tint & Tones, Jessica Kelly, menjelaskan bahwa kulit olive memang nyata. Akan tetapi, menurutnya, istilah olive undertone tidak tepat untuk menggambarkan warna dasar kulit.

Kulit Olive Lebih Tepat Disebut Overtone

Jessica Kelly menyebut anggapan mengenai keberadaan olive undertone sebagai sebuah mitos. Menurut dia, karakter olive berkaitan dengan overtone, bukan undertone.

Overtone menggambarkan warna yang terlihat pada bagian luar kulit. Karena itu, seseorang dapat memperlihatkan nuansa kehijauan pada permukaan kulit tanpa harus memiliki undertone tertentu.

Kelly menyampaikan penjelasan tersebut saat peluncuran LazMall Luxury di Jakarta pada Selasa (1/9/2026). Ia menegaskan bahwa olive tetap menjadi karakter warna kulit yang dapat terlihat. Namun, analisis personal color tidak menggunakannya sebagai kategori warna dasar.

Perbedaan antara overtone dan undertone menjadi hal penting untuk dipahami. Jika seseorang hanya mengandalkan warna yang terlihat pada permukaan kulit, hasil penentuan personal color bisa kurang tepat.

Dengan kata lain, tampilan kulit yang cenderung hijau belum cukup untuk menyimpulkan apakah seseorang termasuk warm, cool, atau neutral tone.

Mengapa Kulit Bisa Memunculkan Nuansa Kehijauan?

Kelly menjelaskan bahwa perpaduan warna dapat memengaruhi bagaimana kulit terlihat. Warna pakaian atau benda yang berada dekat dengan kulit dapat menghasilkan kesan tertentu pada penampilan.

Sebagai contoh, Kelly menggambarkan kondisi ketika seseorang dengan karakter cool tone mengenakan warna warm tone. Menurutnya, kulit dengan karakter kebiruan dapat bertemu dengan unsur kuning yang banyak terdapat pada warna-warna hangat.

Perpaduan tersebut kemudian dapat memunculkan kesan hijau pada kulit. Kelly menggunakan gambaran sederhana untuk menjelaskannya, yaitu kombinasi biru dan kuning yang menghasilkan hijau.

Oleh sebab itu, seseorang sebaiknya tidak menentukan undertone hanya dengan melihat apakah kulitnya tampak kehijauan. Warna yang digunakan di sekitar wajah maupun kulit juga dapat memengaruhi kesan visual yang muncul.

Penjelasan tersebut sekaligus menunjukkan mengapa analisis personal color perlu membedakan karakter permukaan kulit dan warna dasarnya.

kulit olive bukan undertone

Analisis personal color dalam peluncuran LazMall Luxury di Jakarta.

Kulit Olive Bisa Memiliki Undertone yang Berbeda

Anggapan lain yang kerap muncul yaitu kulit olive selalu identik dengan warm tone. Menurut Kelly, pemahaman tersebut juga kurang tepat.

Ia menjelaskan bahwa karakter olive lebih dekat dengan warna-warna yang desaturated. Warna seperti ini memiliki intensitas pigmentasi yang lebih rendah. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat kulit memberikan kesan yang lebih mengarah pada warna hijau.

Namun, karakter olive pada permukaan tidak membatasi seseorang pada satu kelompok undertone. Orang dengan olive skin tetap dapat masuk ke kategori warm, cool, maupun neutral.

Artinya, dua orang yang sama-sama memiliki kulit olive belum tentu mempunyai personal color yang identik. Salah satunya dapat memiliki warna dasar hangat, sedangkan orang lain mungkin memiliki warna dasar dingin atau netral.

Perbedaan tersebut juga membuat pilihan warna yang cocok bagi setiap orang tidak selalu sama. Karena itu, menggunakan label olive saja belum cukup untuk menentukan warna pakaian, riasan, atau pilihan warna lain berdasarkan personal color.

Jangan Samakan Olive Skin dengan Olive Undertone

Memahami perbedaan istilah menjadi langkah penting agar analisis warna tidak membingungkan. Dalam penjelasan Kelly, olive menggambarkan karakter yang tampak pada bagian luar kulit sehingga lebih tepat masuk dalam konsep overtone.

Sementara itu, undertone tetap merujuk pada warna dasar yang masuk ke kelompok warm, cool, atau neutral. Dengan demikian, keberadaan nuansa hijau pada kulit tidak menggantikan tiga kategori tersebut.

Seseorang yang memiliki kulit olive tetap perlu melihat karakter warna dasarnya secara terpisah. Tampilan permukaan kulit saja tidak dapat menjadi satu-satunya patokan untuk menentukan undertone.

Pada akhirnya, istilah olive skin dan undertone memiliki fungsi yang berbeda dalam pembahasan personal color. Olive menunjukkan kesan warna pada permukaan kulit, sedangkan undertone menjelaskan karakter warna dasarnya. Pemisahan kedua konsep tersebut membantu seseorang memahami personal color dengan lebih tepat tanpa langsung menganggap kulit yang terlihat kehijauan sebagai “olive undertone”.