DPR RI – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membubarkan diri secara tertib setelah menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Aksi tersebut berakhir setelah perwakilan massa bertemu langsung dengan sejumlah pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat yang memberikan respons terhadap aspirasi yang di sampaikan.
Sejak sore hingga malam hari, massa aksi berkumpul di area gerbang utama kompleks parlemen. Situasi mulai berubah sekitar pukul 20.15 WIB ketika para peserta aksi secara bertahap meninggalkan lokasi. Sebelum pembubaran, para demonstran mendengarkan orasi dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa yang berbicara dari atas mobil komando di tengah kerumunan.
Proses Pembubaran Berjalan Tertib
Setelah penyampaian orasi dari pimpinan DPR RI, koordinator lapangan meminta seluruh peserta aksi untuk tetap tertib dan membentuk barisan sebelum meninggalkan area. Massa kemudian bergerak secara bergantian meninggalkan lokasi aksi tanpa menimbulkan kericuhan.
Secara perlahan, kawasan depan Gedung DPR/MPR kembali lengang setelah ribuan mahasiswa meninggalkan area tersebut. Proses pembubaran berlangsung kondusif tanpa insiden besar yang mengganggu ketertiban umum.
Aparat Keamanan Tetap Bersiaga
Meski massa telah bubar, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga langsung membersihkan area dari sisa sampah yang tertinggal setelah aksi berlangsung.
Kehadiran petugas kebersihan membantu mempercepat pemulihan kondisi lingkungan di sekitar kawasan parlemen sehingga aktivitas dapat kembali berjalan normal.
Dampak Lalu Lintas di Sekitar Senayan
Aksi mahasiswa sempat memengaruhi arus lalu lintas di kawasan Jalan Gatot Subroto, khususnya arah Slipi. Pada saat aksi berlangsung, beberapa ruas jalan sempat mengalami penutupan sementara.
Setelah massa membubarkan diri, akses jalan kembali di buka. Namun, arus kendaraan tetap mengalami kepadatan sesaat, terutama di sekitar Gerbang Pemuda hingga kawasan Flyover Ladokgi. Kepadatan terjadi karena pergerakan massa yang meninggalkan lokasi secara bersamaan.

Situasi Usai Mahasiswa Membubarkan Diri Setelah Demo Depan Gedung DPR
Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengangkat isu yang mereka sebut sebagai “Tritura” atau tiga tuntutan rakyat. Tuntutan ini mencerminkan aspirasi mereka terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik nasional saat ini.
Pertama, mahasiswa meminta pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh terhadap kondisi ekonomi dan politik nasional. Mereka menilai tekanan ekonomi masyarakat semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok serta kebijakan yang di anggap belum tepat sasaran.
Kedua, massa aksi menuntut evaluasi terhadap pejabat publik yang di anggap tidak menjalankan tugas secara optimal atau tidak sesuai dengan kompetensi yang di butuhkan. Mereka menekankan pentingnya penempatan pejabat berdasarkan kapasitas dan profesionalisme.
Ketiga, mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengembalikan supremasi sipil dalam sistem penyelenggaraan negara. Mereka menilai prinsip tersebut perlu diperkuat agar tata kelola pemerintahan tetap berjalan sesuai dengan nilai demokrasi.
Kritik terhadap Program Pemerintah
Dalam penyampaian aspirasinya, mahasiswa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.
Menurut perwakilan mahasiswa, program MBG perlu di hentikan sementara apabila sistem pelaksanaannya belum siap. Mereka menilai perbaikan tata kelola menjadi syarat penting sebelum program kembali di jalankan secara optimal.
Salah satu perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Muhammad Putra, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi tekanan berat. Ia menilai kebijakan pemerintah perlu lebih tepat sasaran agar tidak menambah beban masyarakat.
Rencana Aksi Lanjutan
Mahasiswa juga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan respons pemerintah terhadap tuntutan yang telah disampaikan. Jika tidak ada perubahan signifikan dalam beberapa bulan ke depan, mereka berencana menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Mereka menyebutkan akan melakukan konsolidasi internal sebelum menentukan langkah berikutnya. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan strategi gerakan selanjutnya.
Kesimpulan
Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI pada 19 Juni 2026 berakhir dengan tertib setelah adanya dialog dengan pimpinan DPR. Meski sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas, situasi kembali normal setelah massa membubarkan diri.
Tuntutan yang disampaikan mencakup perbaikan ekonomi, evaluasi pejabat publik, serta penguatan supremasi sipil. Mahasiswa juga meminta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah. Ke depan, mereka membuka kemungkinan aksi lanjutan jika aspirasi tersebut tidak mendapat respons yang di anggap memadai.