Kue Lam Khas Banjar – Kalimantan Selatan tidak hanya di kenal lewat kekayaan budaya dan wisata alamnya, tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satu yang menjadi kebanggaan masyarakat Banjar adalah aneka wadai atau kue tradisional yang biasa di sajikan dalam berbagai kesempatan. Selain bingka, amparan tatak, dan ipau, terdapat satu kue khas yang memiliki tampilan unik sekaligus proses pembuatan yang cukup rumit, yakni kue lam.

Kue tradisional ini mempunyai ciri khas berupa lapisan-lapisan tipis yang tersusun rapi dengan tekstur padat namun tetap lembut saat di santap. Kelezatan rasa gurih berpadu manis membuatnya menjadi salah satu kudapan favorit masyarakat Kalimantan Selatan, terutama ketika memasuki bulan Ramadan maupun saat perayaan hari besar keagamaan.

Kue Lam Menjadi Salah Satu Warisan Kuliner Banjar

Kue lam di percaya berasal dari wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Seiring berjalannya waktu, makanan tradisional ini semakin di kenal luas dan banyak di produksi oleh pelaku usaha rumahan di berbagai daerah.

Dalam budaya masyarakat Banjar, kue lam kerap dihidangkan sebagai sajian untuk tamu, pelengkap acara keluarga, hingga hidangan saat Hari Raya Idulfitri. Selain itu, wisatawan juga banyak memburunya sebagai buah tangan karena memiliki cita rasa khas yang sulit di temukan di daerah lain.

Keunikan kue ini terletak pada susunan lapisannya yang banyak. Meski terdiri atas beberapa lapisan tipis, hasil akhirnya tetap terasa padat dengan tekstur lembut sehingga memberikan sensasi berbeda di bandingkan kue lapis pada umumnya.

Proses Pembuatan Membutuhkan Kesabaran

Salah satu alasan kue lam memiliki nilai jual cukup tinggi adalah proses pembuatannya yang memerlukan waktu relatif lama. Setiap lapisan adonan harus benar-benar matang sebelum lapisan berikutnya di tambahkan.

Teknik tersebut dilakukan berulang kali hingga seluruh adonan habis. Tidak heran apabila satu loyang kue lam dapat menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk di selesaikan.

Cara memasaknya pun masih mempertahankan metode tradisional. Alih-alih menggunakan oven modern, sebagian pembuat kue lam di Kalimantan Selatan masih memanfaatkan tungku tanah liat. Bara panas di tempatkan di bagian atas loyang agar suhu menyebar secara merata sehingga setiap lapisan matang dengan sempurna.

Ketika panas mulai berkurang, tungku akan di ganti dengan yang baru agar proses pemasakan tetap stabil. Teknik tradisional inilah yang turut menghasilkan aroma serta cita rasa autentik yang menjadi ciri khas kue lam.

Kue lam khas Banjar dengan lapisan berwarna cokelat dan kuning

Kue lam Banjar.

Telur Bebek Menjadi Rahasia Kelezatan

Hal lain yang membedakan kue lam dari lapis legit adalah penggunaan telur bebek dalam jumlah cukup banyak. Bahan ini di pilih bukan tanpa alasan.

Telur bebek di percaya mampu menghasilkan tekstur yang lebih lembut sekaligus memberikan rasa gurih yang lebih kuat di bandingkan telur ayam. Karakter tersebut membuat setiap lapisan kue terasa lebih kaya rasa ketika di nikmati.

Walaupun harga telur bebek relatif lebih mahal, banyak pengrajin tetap mempertahankan resep tradisional tersebut demi menjaga kualitas rasa. Konsistensi menggunakan bahan asli menjadi salah satu faktor yang membuat kue lam tetap diminati hingga sekarang.

Pada bulan Ramadan, permintaan terhadap kue lam biasanya meningkat. Banyak masyarakat membeli kue ini sebagai hidangan berbuka puasa, sajian untuk tamu, maupun sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Selatan.

Resep Kue Lam Kukus Khas Banjar

Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, berikut bahan dan langkah pembuatannya.

Bahan-bahan

  • 15 butir telur bebek
  • 400 gram gula pasir
  • 1 sendok makan vanila pasta
  • 250 ml air hangat
  • 200 gram susu bubuk full cream
  • 50 gram tepung terigu protein sedang
  • 200 gram margarin, lelehkan
  • 1 sendok makan cokelat bubuk
  • 1 sendok makan air panas

Cara Membuat

  1. Panaskan kukusan hingga benar-benar siap digunakan.
  2. Oleskan margarin pada loyang ukuran 18 x 18 cm, kemudian lapisi dengan baking paper.
  3. Larutkan susu bubuk menggunakan air hangat hingga tercampur rata.
  4. Kocok telur bebek bersama gula pasir dan vanila hingga gula larut.
  5. Tambahkan tepung terigu sambil terus diaduk hingga tidak menggumpal.
  6. Tuangkan larutan susu sedikit demi sedikit sambil mengaduk hingga adonan menjadi halus.
  7. Masukkan margarin cair lalu aduk kembali hingga tercampur rata.
  8. Bagi adonan menjadi dua bagian sama banyak.
  9. Campurkan salah satu bagian dengan larutan cokelat bubuk yang telah dilarutkan menggunakan air panas.
  10. Tuang sekitar 150 ml adonan putih ke dalam loyang lalu kukus selama kurang lebih 15 menit.
  11. Tambahkan lapisan adonan cokelat, kemudian kukus sekitar 10 menit.
  12. Ulangi proses tersebut secara bergantian sampai seluruh adonan habis.
  13. Setelah lapisan terakhir selesai di tuangkan, kukus kembali selama sekitar 30 menit menggunakan api kecil.
  14. Dinginkan kue hingga mencapai suhu ruang sebelum di potong dan di sajikan.

Harga Kue Lam di Pasaran

Nilai jual kue lam cukup beragam bergantung pada ukuran, jumlah lapisan, serta bahan yang di gunakan. Satu loyang kue dapat di banderol hingga ratusan ribu rupiah karena proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak singkat.

Bagi pembeli yang ingin mencicipi tanpa membeli satu loyang penuh, banyak penjual juga menyediakan dalam bentuk potongan. Harga per potong umumnya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp12.000, tergantung ukuran dan tempat penjualannya.

Dengan cita rasa khas, proses pembuatan yang masih mempertahankan teknik tradisional, serta penggunaan telur bebek sebagai bahan utama, kue lam menjadi salah satu kuliner khas Banjar yang layak di coba. Kue ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya kuliner Kalimantan Selatan yang terus di lestarikan dari generasi ke generasi.